Breaking News

Miris..!!! SDN Ciodeng 1, Diduga Sunat Dana PIP

Taraju Tasikmalaya - Qjabar.com

Program Indonesia Pintar (PIP) yang di gunakan untuk bantuan siswa siswi di tingkat sekolah dasar (SD) salasatunya di SDN Ciodeng 1 di desa Purwarahayu kecamtan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, diduga ada penyunatan sampai 40%. Pasalnya dugaan tersebut jadi sorotan publik sehingga pihak orang tua wali merasa dirugikan, dugaan adanya potongan bisa disebut korupsi? Kamis 14 juli 2022

Pihak pemerintah telah membantu serta meringankan, namun PIP jadi rawan serta banyak peluang gacrit, Hal ini pihak pengawasan perlu tanggapi serius, ada dugaan potongan dana PIP, SDN Ciodeng 1 perlu di pertanyakan, ada apa dengan dana PIP sehingga penerima manpaat mendapatkan hanya 60%,bahkan pihak PNM hanya terima Rp 200.000 (Dua ratus ribu rupiah) yang seharusnya pul sebesar Rp. 450.000 (Empat ratus lima puluh rupiah)

Berdasarkan data yang di rangkum pihak media Qjabar.com adaya dugaan penyunatan dana PIP, pihak sekolah enggan komentar, bahkan saat di kompirmasi hanya pihak pengawas yang menghadap menurut Dia, kasek dan bendahar saat dikarnakan dalam keadaan sakit, namun pihak pengawas sempat berikan jawaban namun tidak bisa untuk di jadikan bahan, tetapi adanya dugaan tersebut pihak pengawas akan klarivikasi sehingga bisa memberikan keterenangan yang palid, "katanya

"Kami selaku pengawas akan kordinasi dulu dengan pihak bendahara, namun saat ini mereka belum bisa berikan keterangan, "Singkat Alek selaku Pengawas pendidikan Kecamatan Taraju

Sementara pihak lembaga organisasi masyarakat (Ormas) BPKB Banten HM Firmansyah FZ selaku Bidang Polhukam DPW Jabar mengatakan, " kita sosial kontrol saja bahwa tindakan hal itu gegabah adanya potongan dana PIP itu akan masuk ranah pidana, makanya jangan sekali kali melakukan itu, jadi jangan mentang orang tua wali tidak tau, karna sekarang sudah pada canggih, dan sudah pada tau tentang dunia digital, "katanya

HM Firmansyah FZ berharap lanjut dia, "bahwa dana PIP itu seharusnya pul di terima oleh siswa siswi, jadi pihak sekolah hanya memberikan rekomendasi bahwa siswa tersebut betul betul sekolah di SD tersebut hanya itu saja juga pendampingan tidak ada yang lain, "ujarnya

"Kalau itu benar terjadi bahwa ada potongan jangan kan 40% satu persen pun tidak bolah, dan dana tersebut banyak yang mengawasinya baik lembaga lembaga yang lain , ata LSM, Ormas  juga pihak APH , itu yang akan jadi kontrol sosialnya apalagi sama pihak APH tentu itu bagiannya ketika terjadi ranah pidana, "Singkat Dia

Masih kata Firmansyah, "Kalau itu plaid kita akan adakan audensi di disdik kabupaten atau disdik Jabar, "pungkas HM Firmasyah FZ

Reporter:Yana

Tidak ada komentar