Breaking News

Kadisnaker Rahmat: Calon TKI Diharapkan Bisa Melalui Prosedur Yang Resmi

Kota Tasikmalaya - Qjabar.com

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Jawa Barat, mengadakan Sosialisasi Meraih peluang kerja ke Luar Negeri, Sasaran Kali ini para Santri, Tokoh Masyarakat dan Pemuda yang ada di Lingkungan Pesantren Silalatul Huda Kelurahan Tuguraja Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya, Rabu (18/05/2022) 

Program ini merupakan program prioritas yang mana sudah ditetapkan untuk melakukan pemberantasan terhadap pemberangkatan Tenaga Kerja yang Ilegal.

Selama 2021, Di Jawa Barat sudah ada lima kasus yang sudah diungkap yang bekerjasama dengan polda jabar. 

"Untuk memnimilaisir kita mengadakan secara masif dikantong kantong yang banyak pengiriman ilegal, diantaranya ada di Indramayu, subang dan cianjur. Meski jabar pengirim terbesar dengan prosedur yang tepat namun ada juga yang pengiriman ilegal" kata Kombes Pol Erwin Rahmat S.I.K, Kepala BP2MI Jawa Barat 

Memilih santri untuk menjadi Peserta Sosialisasi, karena Santri ada potensi dan disini merupakan ponpes yang besar.

"kalau memang ada peluang bagi santri kenapa tidak diambil peluang itu, untuk menjadi tenaga Kerja di Luar Negeri" Tuturnya

Pada kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan, para calo yang akan merekrut tenaga kerja Ilegal kini melalui Media Sosial dengan Menawarkan Gaji Besar. 

Bahkan, menurutnya Nanti Calonya memberikan bekal kepada keluarga hingga 5-10 juta, dibuatkan Pasport dan diberangkatkan keluar negri entah kemana. 

"Kita harus memberikan edukasi kepada Ibu-ibu, banyak yang berangkat ke timur Tengah punya angan angan impian yang besar namun jadi malapetaka dengan gaji tidak dibayar tidak bisa keluar rumah bahkan komunikasi dibatasi" Tuturnya

"Mudah mudahan kedepan, bisa disampaikan kalau ada yang membujuk bekerja dengan cepat itu merupakan penipuan" Tandasnya

Sementara kepala dinas tenaga kerja dan Transmigrasi  (Kadisnaker) Kota Tasikmalaya Rahmat Mahmuda SE. MM , "kita harapkan para calon tenaga kerja bisa mempersiapkan diri, jadi jangan bekerja keluar negeri tanpa melalui prosedur yang resmi, "katanya

"Kendala bahasa kita sudah kerja sama dengan LPK, itu ada beberapa LPK dengan beberapa bahasa, terutama dalam dasar, sehingga disana bisa lancar, "Singkat Kadisnaker Rahmat Mahmuda

Reporter:Ditya

Tidak ada komentar