Breaking News

Lindungi Kaum Perempuan Melalui Penerapan Sistem Yang Sempurna

Oleh: Lilis Suryani ( Pegiat Literasi)

Beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 8 Maret, sering diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia. Ironisnya, setiap tahun diperingati namun kesejahteraan dan keamanan belum juga dirasakan kaum perempuan. Bak jauh panggang dari api, euforia peringatan hari perempuan beriringan dengan meningkatnya kasus kekerasan yang menimpa kaum perempuan.

Sebagaimana yang diungkap oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menyatakan keprihatinannya atas peningkatan jumlah kasus kekerasan pada perempuan. Bahkan menurut data Catatan Tahunan (Catahu) Komnas Perempuan, Jawa Barat menduduki peringkat pertama kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dengan jumlah 58.395 kasus. 

"Sangat prihatin mendengar peristiwa dan maraknya kekerasan perempuan dan anak. Oleh karena itu secara fudamental kita mengutuk keras segala bentuk kekerasan pada mansuia khususnya perempuan," kata Kang Emil, dalam acara launching Catatan Tahunan 2022 Komnas Perempuan secara virtual, Senin (7/3/2022).

Masih lekat diingatan kasus kekerasan seksual kepada belasan santri di Bandung yang dilakukan oleh Gurunya sendiri. Belum lagi kekerasan fisik dan verbal yang didapati kaum perempuan baik itu di rumah tangga maupun tempat mereka bekerja, hampir setiap hari kita saksikan pemberitaannya di media.

Seluruh peristiwa ini membuktikan bahwa perempuan tidak aman berada dalam lingkungan sekarang meskipun telah ada Permendikbud ataupun undang-undang semisal. Melihat hal ini, apa yang seharusnya kita lakukan?

Jika melihat dari cara pandang Islam yang memiliki sistem yang sempurna. Maka seandainya seluruh aturan itu terterapkan, kekerasan terhadap perempuan dapat tercegah. Karena di dalam Islam negaralah yang bertanggung jawab penuh dalam melindungi warga negaranya, baik perempuan maupun laki-laki. Tidak ada perlakuan berbeda di antara mereka.

Penerapan sistem pergaulan Islam akan menjaga interaksi antara laki-laki dan perempuan. Mereka akan menundukkan pandangan jika bertemu dan hanya berinteraksi pada kondisi yang diperbolehkan. Selain itu, mereka juga tidak akan berani berdua-duaan dengan nonmahram ataupun campur baur laki-laki dan perempuan tanpa alasan syar’i. Mereka juga wajib menutup aurat dengan sempurna.

Selain peraturan di ranah publik, Islam juga memberikan aturan dalam ranah rumah tangga. Bagaimana orang tua bersikap terhadap anaknya pun sebaliknya. Ada juga fikih suami dan istri yang akan membuat rumah tangga menjadi sakinah, mawaddah wa rahmah jika terapkan.

Islam juga memberikan sistem sanksi yang tegas. Hukuman yang diterapkan dalam Islam berfungsi sebagai jawabir dan zawajir. Jawabir berarti hukuman yang dikenakan pada pelaku akan menebus dosanya. Sedangkan zawajir artinya hukuman yang diterapkan akan mencegah orang lain melakukan tindakan yang sama.

Kekerasan perempuan sering terjadi karena alasan ekonomi. Islam akan menutup pintu ini dengan menjamin kebutuhan setiap rakyatnya terpenuhi. Baik itu sandang, pangan, papan, kesehatan maupun pendidikan. Bagi mereka yang tak memiliki pekerjaan, Islam akan membuka lapangan pekerjaan sehingga mereka akan menerima pendapatan yang cukup. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak bisa bekerja, mereka berada dalam tanggungan keluarga. Apabila keluarga tidak mampu, negara yang akan menanggungnya.

Semua biaya yang dikeluarkan negara akan diambil dari Baitulmal. Badan keuangan Islam ini akan memperoleh harta dari pengelolaan sumber daya alam (SDA), jizyah, kharaj, fai, ganimah, harta tidak bertuan, harta dari perilaku curang, dan lain-lain. Seluruh pendapatan itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan melakukan kekerasan.

Sungguh betapa agungnya sistem Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW untuk seluruh umat manusia. Sebagaimana dahulu yang pernah terjadi ketika masa keemasan Islam, dimana negara yang berlandaskan aturan Islam menguasai hampir dua pertiga bagian dunia. Keberkahan melingkupi seluruh dunia, umat manusia kala itu benar-benar ada dalam taraf kehidupan yang tinggi. Betapa rindu masa-masa itu bisa terealisasi kembali.

Tidak ada komentar