Breaking News

H. Dadang Suryana "Setiap Potensi Desa Selalu Berbeda - beda"

Kabupaten Bandung - Qjabar.com

Sekjen APDESI Kabupaten Bandung, yang juga sebagai Kepala Desa Rahayu, H. Dadang Suryana berharap pada pemerintah, agar dalam pengelolaan keuangan desa bisa disesuaikan dengan kondisi wilayah desanya masing - masing, hal ini dikatakannya usai silatuhrahmi antara Pemdes Rahayu dengan Pemerintahan Kecamatan Margaasih, di Kediaman Kades Rahayu, Desa Sukaratu Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya pada hari Sabtu (26/03/2022).

Dalam silatuhrahmi disini, tujuannya dalam pengenalan program pemerintah yang memang harus dilaksanakan program wajib anggaran pemerintah (Dana Desa) disana ada program ketahanan pangan dan hewani, sementara didesa dan diperkotaan sangat susah untuk menerapkan program tersebut, "katanya.

Makanya kami coba datang ke Sukaratu dalam arti menerapkan program ketahanan pangan seperti ini, dan setelah berbicara dengan Camat Margaasih, dan Sekcam Margaasih kemungkinan ada kecocokan karena pertama modalnya cukup besar, dimana Desa Rahayu dana desanya 1,4 miliar kalau diambil 20% seandainya dialokasikan untuk ketahanan pangan sekitar Rp 280 juta, jika bertenak ayam maka sekitar 2000 ekor.

Disini bukan hanya telor saja yang kita ambil, karena dibawah ternak ayam ditanam ternak lele, sehingga penghasilannya bukan hanya dari ayam saja tetapi dari ternak lelepun bisa menghasilkan (dwi fungsi).

Dan pada tahun ada program KRPL ada pengalokasiannya, yang diantaran, hidroponik, dan ternak lele, maka dari itu kami dari APDESI Kabupaten Bandung mendorong pada pemerintah agar pengalokasian anggaran jangan ditentukan, tetapi sesuai dengan kebutuhan  masyarakat,sesuai dengan potensi desanya masing-masing.

Karena setiap desa berbeda - beda potensi, untuk itu nanti malam Selasa perwakilan desa (APDESI) akan ke Senayan, dimana perwakilan Jawa Barat saja yang akan berangkat sekitar 6.500 kepala desa, untuk Banten 8.000 kepala desa dan luar jawa sekitar 1.500 kepala desa untuk memperjuangkan hak - hak desa dalam pengelolaan anggaran dana desa.

Diharapkan di tahun 2023 bisa diberikan kewenangan penuh untuk pengelolaan dana desa sesuai dengan aspirasi masyarakat, sebab potensi desa selalu berbeda - beda (tidak akan sama) adapun yang sama tapi jarang.

Seperti halnya di Desa Sukaratu Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya potensinya pertanian, peternakan ayam dan budi daya ikan, sementara Desa Rahayu Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung.

Hampir 90% masyarakatnya home industri disebabkan tidak ada lahan pertanian, adapun ada lahan pertanian hanya tinggal beberapa petak saja, dan seandainya kami harus mengurus KRPL ini tidak akan cocok.

Sementara memang tujuan pemerintah bagus untuk memulihkan ekonomi, tapi disisi kewilayahan tidak akan cocok untuk melaksanakan program tersebut, dan ini sangat disayangkan (terlalu dipaksakan/harus disamakan semua desa) tentunya bagi kami ini sangat berat, oleh karena itu kami berharap pada pemerintah agar program yang dikeluarkan tersebut disesuaikan dengan potensi daerahnya masing - masing."pungkasnya.

Reporter: (Tim)

Tidak ada komentar