Breaking News

Pagelaran Kesenian Calung Di Kabupaten Bandung "BEDAS" Sebagai Pelestarian Seni Sunda

Soreang Bandung - Qjabar.com

Pagelaran Kesenian calung di kabupaten bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera) kegiatan tersebut diadakan oleh komunitas pencinta seni Sunda khususnya kesenian calung yaitu Galura Putra Sadu, pagelaran Kesenian calung tersebut diadakan di gedong Sabilulungan Soreang Kabupaten Bandung. 

Selain Pagelaran Kesenian calung kegiatan tersebut merupakan sebagai pelestarian Budaya Sunda khususnya Seni Calung juga dalam rangka Milang Kala ke-9 Grup Gumasep.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kadisparbud kabupaten bandung H. Wawan Ahmad Ridwan, S.STP, M.Si, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut demi melestarikan budaya , Kadisparbud Kab Bandung, mengharapkan para Seniman di Kabupaten Bandung untuk terus berkolaborasi terus berinovasi, agar para pelaku seni di Kabupaten Bandung bisa menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Tanpa itu tidak mungkin kita bisa berkembang, walaupun budaya-budaya kita dipertahankan, tetapi inovasinya harus dibuat supaya bisa bersaing dengan seni modern lainnya.

Tingkatkan kemampuan, kwalitas, inovasi dan SDM di Lingkung Seni itu sendiri. Dari pendataan Seni dan Budaya di Kabupaten Bandung tercatat ada sekitar 5000an. Berbagai bentuk jenis dan kegiatan, ada Seni Calung, Jaipong, Pencak Silat, Reog dan lain sebagainya. Pungkas Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Bandung. Demikian disampaikan Kadisparbud Kab Bandung. 
Ditambahkan H. Adang Sutardi, SH.,MH salah satu pecinta Seni calung dan selaku pembina Lingkung Seni Galura Putra Sadu beliau menyampaikan, bahwa mengharapkan “Panceng Dina Galur” Komitmen dan Konsekwen untuk terus meningkatkan Seni Budaya Calung ini dengan terus berinovasi, baik dari sisi Seniman dan Seniwati nya itu sendiri juga dari Alat Musik nya itu sendiri yang menjadi Ciri Khas budaya Sunda

Selama ini tersisihkan oleh kemajuan Zaman juga peralihan budaya. Jangan sampai punah, bagaimana caranya melestarikan Budaya Calung supaya kaum milenial itu mencintai terhadap Budaya Calung, dengan adanya Pagelaran Calung seperti ini, merupakan terobosan pertama, untuk selanjutnya dalam menggali dan lain nya, selain harus ada festival, juga ada Pasanggiri dalam rangka melahirkan Seniman dan Seniwati yang semakin berkualitas.

Pada kesempatan itu, Ketua Lingkung Seni Galura Putra Sadu, Kang Prabu juga menjelaskan, bahwa untuk membangkitkan para Seniman khususnya Seni Calung, meningkatkan SDM para pelaku Seni Calung, bahwa Seni Calung memang bisa dibangkitkan, memang bisa ditingkatkan.

Yang selama ini memang sudah mulai terkikis, sudah terkesampingkan, kita mencoba bagaimana mengangkat kembali, Seni Tradisi Calung yang memang Budaya asli Sunda kita angkat, dan di Galura Putra Sadu, tidak hanya Calung, tapi Reog, juga Pencak Silat dan sebagainya. Namun saat ini kita mencoba mengangkat satu dulu yaitu Seni Budaya Calung.

Harapan ada perhatian dari Pemerintah, bahwa pentingnya Seni dan Budaya Sunda itu tidak hanya dianggap penting oleh masyarakat, tetapi oleh Dinas yang katanya ini adalah asets, dan jika berbicara asets, asets itu harus dipelihara, dibenahi sedemikian rupa, harus ada pembinaan dan lain sebagainya.

Jangan sampai kesenian calung ini diakui negara lain,mari Kita mulai meningkatkan dan melestarikan budaya Seni Calung ini agar kesenian calung tersebut tidak punah, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan merawatnya. Pungkasnya.

Reporter: (Ys)
Editor:Ek

Tidak ada komentar