Breaking News

Diduga Sebanyak 2300 KPM Penerima BPNT Di Pancatengah Dirugikan

Tasikmalaya - Qjabar.com

Ribuan Warga kecamatan Pancatengah keluhkan dengan pengadaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)yang sangat jauh berbeda dengan pembagian sebelumnya ,ini dirasakan semenjak di berlakukannya pemecahan E warung di  7 Desa. Minggu 02/01/21

Perbedaan e warung lama dan e warung baru sangt jauh sehingga dapat mengundang pertanyaan bagi para penerima manfaat atau yang di sebut dengan KPM.

Rp 32 ,000 / KPM bukanlah nominal yang sedikit jika  di kalikan dengan 2300 KPM. ini jelas warga masyarakat kecamatan Pancatengah telah di rugikan sekitar Rp 73,600,000." jelas lulu 

Persoalan ini jangan di biarkan begitu saja
Polsek,koramil Tikor dan TKSK.sebagai Satgas pangan  dan monitoring BPNT.
mesti turun tangan dan  segera bertindak tegas dalam mewujudkan suatu keadilan bagi ,masyarakat  penerima manfaat (KPM).

Terlebih pengaturan Harga Eceran Tertinggi (HET) patut di benahi.jangan sampai ada bentuk bentuk kepentingan bersifat pribadi sehingga dampak terhadap Hak dan kewajiban warga masyarakat kecamatan Pancatengh" Tambah lulu.

Masih kata Lulu,"Itu semestinya para pihak cepat tanggap dan segera ambil sikap karna ini persoalan yang sangat sensitip rentan munculnya gejolak ketika persoalan ini tidak ada tindaklanjut dari pihak terkait."Tegas  Lulu 

Reporter:Gus R
Editor:Ek

1 komentar:

  1. Sebagai warga masyarakat pancatenagh saya tau siapa lulu.
    Disini saya cuma sedikit mau ngasih penjelasan,saya sebagai warga masyarakat pancatengah,sebetulnya keluarga penerima mangpaat (kpm) tidak ada yg dirugikan tdk pernah saya mendengar masyarakat yg mengeluh atau komplen.mungkin pak lulu sendiri yg merasa dirugikan.setelahnya pihak lembaga GMBI turun tangan menertibkan terkait bpnt 😁🙏🙏

    BalasHapus