Breaking News

DS : Sanksi Bagi ASN Pelaku Pungli Penundaan Kenaikan Pangkat Selama Satu Tahun

Kabupaten Bandung - Qjabar.com 

Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri acara Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Grand Sunshine Hotel, Soreang, Senin (6/12/2021).

Dikatakan Dadang Supriatna bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), jika terbukti melakukan praktik pungli akan diberikan sanksi mulai dari Surat Peringatan (SP) 1 hingga pemberhentian dengan tidak hormat.

"Salah satu sanksi yang juga bisa diterima ASN pelaku pungli, yaitu penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun," terang bupati.

Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi tersebut. Karena menurutnya, pembinaan terkait Saber Pungli terhadap pelayan publik, harus terus dilakukan.

"Grafik keimanan dan ketakwaan manusia itu tidak semuanya stabil, selalu harus diingatkan. Sesuai dengan ayat al-Quran 'Wattawa saubil haq, wattawa saubil sabr'. Semoga dengan terus diingatkan, tidak ada lagi pungli di Kabupaten Bandung," harapnya pula.

Ditambahkan Inspektur Inspektorat Kab. Bandung  H. Yudhi Haryanto, SH., SP.1, seusai kegiatan Sosialisasi Syber Pungli, ada faktor penyebab terjadinya pungli diantaranya, penyalahgunaan wewenang atau jabatan, bagi seseorang yang telah melakukan pelanggaran akan dikenakan sangsi disiplin.

“Kultur dan budaya organisasi, yang terbentuk disuatu lembaga yang berjalan secara terus menerus terhadap pungutan liar dan penyuapan dapat menyebabkan pungutan liar sebagai hal biasa,” katanya.

Dia juga menghimbau bagi pejabat, pegawai dan masyarakat untuk tidak memberi tip dan larangan bagi anggota satuan pengamanan untuk menerima tip.

“Adanya one stop service untuk ruang layanan terpadu yang digunakan dalam memberikan pelayanan, secara transparan dan akuntabel, kepada pengguna layanan sehingga dapat mencegah terjadinya pungli,” pungkasnya

Reporter.(Tim/Ys)
Editor: Ek

Tidak ada komentar