Breaking News

Kejar Target Vaksinasi, Kepala UPT Puskesmas Salawu Jemput Bola.

Kabupaten Tasikmalaya - Qjabar.com

Dalam upaya untuk  mencapai Target dalam Vaksinasi melalui Program Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Untuk Program Vaksin Keluarga dan bekerjasama dengan Puskesmas, Kepala UPT Puskesmas Agus Sukmana, AMK.SKM.,M.si. Mengatakan, "Sebetul nya untuk kegiatan dari puskesmas, jadi itu ada program dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang dari tanggal 11 sampai dengan tanggal 20 dan tetapi di kasih kelonggaran bisa sampai tanggal 24 kedepan karena untuk mencapai sasaran 18 ribu, Untuk wilayah kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Jawa barat.

"Alhamdulillah sampai dengan tanggal 30 ,kemarin kita sudah mencapai 95 persen atau kurang lebih sekitar 17 ribu 100 sasaran yang di vaksin dan tinggal kekurangan nya ya, kita laksanakan sampai dengan tanggal 24 November 2021, "ungkap Agus Kepada awak media di ruangan kerjanya. Rabu 03/11/2021.

Dia mengatakan, "untuk capaian umum dari bulan februari kita melaksanakan vaksin kita sudah mencapai 77 persen untuk dosis 1 dan 2. Jadi tinggal sebentar lagi, dan karena ke-inginan Bupati di akhir Desember itu kita harus mencapai 80 persen untuk di kabupaten Tasikmalaya, mudah-mudahan semuanya sehat apa yang di inginkan oleh kita semua, terutama untuk kabupaten Tasikmalaya bisa tercapai 80 persen. 

Kami sangat mendukung sekali dan minta doa nya dari semuanya mudah-mudahan petugas kami sehat semuanya dan di lancar kan untuk semuanya, karena ini demi kebaikan kita semuanya,"ujarnya.

Menurut kami, "untuk kondisi saat ini yang sangat penting di perhatikan dan bagaimana cara nya supaya masyarakat kita itu segera di vaksin. Jadi kalau melihat data yang ada dengan adanya Vaksinasi ini Alhamdulillah untuk Covid-19 menurun.

Apalagi kalau sudah mencapai 80 persen, dan baru sekian persen yang mencapai kabupaten Tasikmalaya sudah kelihatan, jadi data Covid-19 semakin menurun yang selama ini memang di Salawu juga sampai saat ini mudah-mudahan tidak ada lagi, itu mungkin untuk sementara, jadi kita lebih fokus ke program Vaksinasi keluarga punya target sampai dengan tanggal 24 dan harus tercapai 100 persen dari target sasaran 18ribu, "imbuhnya.

Masih kata dia, "Kebetulan sekarang kan menjadi persyaratan mutlak, dan seperti untuk pembuatan SIM, karena kalau tidak ada kartu vaksin tidak akan di layani, jadi itu pemerintah saking ingin melihat bagaimana Pandemi Covid-19 ini cepat berakhir, dan salah satu nya karena mungkin sudah menjadi kebiasaan kita. Dan menurut saya di vaksin itu bagus apalagi sekarang datang vaksin yang bagus sekali yang nama nya VFREZEER dan itu vaksin termahal menurut saya,"ucapnya.

Masih kata dia, "masalah masyarakat masih pada takut tidak ingin di vaksin, "tapi bagaimana kita cara menyampaikan dan edukasi ke masyarakat, dan yang perlu di sampaikan kepada masyarakat justru, di situ harus berterima kasih dan melihat, dan dari kemarin kita sudah cape dan babak belur dalam penanganan Covid-19 itu, 

Coba dengan lima prokes saja masih tetap, dan muncul terus yang positif Covid-19, tapi ketika pemerintah mewajibkan untuk Vaksinasi, Alhamdulillah sekarang kelihatan dan bukan cuma kabupaten Tasikmalaya saja,"tandasnya.

Jadi terasa sendiri pada waktu kan wilayah Salawu di awal vaksin itu kan Februari, dan waktu itu baru tenaga kesehatan (Nakes) terus pelayan publik dan para pegawai-pegawai.

Ketika sekarang sudah masuk ke masyarakat, jadi yang tadinya sehari ada yang positif berapa orang, dan sekarang jadi kunci nya di Vaksin. Jadi vaksin itukan seolah-olah masyarakat sudah terpapar oleh virus, jadi karena vaksin itu adalah virus yang sudah di lemahkan atau di matikan, dan dari plasma sekarang yang sudah. Makanya sekarang mahal harga nya vaksin vfrezeer itu dan cocoknya untuk Lansia. Karena nanti akan timbul kekebalan tubuhnya menjadi kebal, "pungkas Agus.

Program Vaksinasi keluarga terdiri dari 18 tim yaitu, BKKBN bidan, petugas PLKB, puskesmas, kader desa ,RT, RW dan semua unsur. Dan Alhamdulillah semua gotong royong, kerjasama lintas sektor sudah kelihatan, dan kalau merasa kerja di pemerintahan mana mungkin menolak, "Imbuh Dia

Reporter: Yusrizal
Editor: Ek

Tidak ada komentar