Breaking News

Bertahun-tahun Mati Suri, Wisata Oray Tapa Buka Kembali Dengan Wajah Baru

Kabupaten Bandung - Qjabar.com

Lima tahun mati suri, wana wisata Oray Tapa dibuka kembali dengan konsep baru.Grand Opening kembalinya Oray Tapa digelar di kawasan wisata Oray Tapa Desa Mekarmanik Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Sabtu (6/10). 

Mitra Pengelola Wana Wisata Oray Tapa Agus Sopyan mengatakan Oray Tapa kali ini berkonsep Bandung Heritage View Park. Fokus utama pengelolaan wisata Oray Tapa saat ini adalah bagaimana pembangunan wisata ini tidak merusak hutan. 

Agus menuturkan kali ini aktivitas yang cenderung merusak lingkungan pada masa lalu dihilangkan. Salah satunya aktivitas Off Road. 

"Pembangunannya sebenarnya belum sempurna. Namun sambil berjalan kami siap membuka kembali wisata Oray Tapa dengan konsep yang baru. Yakni, menikmati keindahan alam dan sejarah yang ada di lokasi ini," ungkapnya. 

Agus menyebutkan ada beberapa aktivitas yang bisa pengunjung lakukan di sini. Seperti hiking, hammocking, outbond, camping, pojok selfie, playground buat anak-anak, nongkrong di gazebo-gazebo dan banyak lagi. 

"Rencananya besok (Minggu) wana wisata Oray Tapa akan mulai dibuka untuk umum. Tarif tiketnya sekitar Rp 10 ribu per orang. Parkir motor Rp 5 ribu dan parkir mobil Rp 10 ribu. Namun, pengunjung tetap dihimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," ucapnya. 

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi menyatakan pihaknya mengapresiasi upaya masyarakat Desa Mekar manik melalui LMDH dan unsur Muspika setempat dalam membangkitkan kembali potensi wisata Oray Tapa. Ia berharap, dengan dibukanya kembali wisata ini bisa menumbuhkan roda ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan. 

Usep berpesan dalam pengelolaan wisata Oray Tapa, harus memperhatikan tiga aspek. Yakni, aspek ekologi dengan menjaga kelestarian hutan, aspek sosial dan aspek ekonomi. 

"Tagline kegiatan hari ini adalah Oray Tapa Hudang Deui atau artinya Oray Tapa Bangun Lagi. Kami harap, wisata ini tidak hanya bangun tapi bisa kembali berlari mengejar ketertinggalan," harapnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Tani Mukti Giri Jaya Yadi Supriadi menuturkan pembukaan kembali wisata Oray Tapa ini merupakan pemantik untuk penyempurnaan pembangunan kedepannya. Sebab, rencananya dalam 2 sampai 3 tahun mendatang akan ada wahana-wahana yang lebih menarik. 

"Sebenarnya Oray Tapa ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Sehingga, wisata ini juga bisa menjadi salah satu tujuan destinasi nostalgia," tutupnya.

Reporter: Fajar
Editor: Ek

Tidak ada komentar