Breaking News

Ngamumule Kembali Tradisi Ritual Adat Budaya Sunda

Kabupaten Tasikmalaya - Qjabar.com

Sebagai salah satu wilayah di tanah Sunda, Kabupaten Tasikmalaya yang menyimpan berbagai tradisi dengan kearifan lokal yang masih dipegang teguh oleh sejumlah masyarakat sunda
Seperti hal nya di wilayah tanah Copo Kampung Ciodeng Desa Purwarahayu yaitu tradisi adat sunda, "ngaguar. yang di lakukan sebelum panen padi.

Saat di temui awak media, Nurdin sebagai pelayanan di padepokan pancasona dan sekaligus yang membacakan doa mewakili Sesepuh padepokan pancasona, "mengatakan untuk mengajak kembali nga mumule adat sunda, kalau bukan sama orang sunda sama siapa lagi, " jadi ini adalah kalau bahasa sunda itu, nete taraje nincak kameyan jujutan orang sunda lebih bagus dari dulu seperti ini, jadi selebihnya ini merupakan adat atau ritual akan di laksanakan nya panen padi jadi ada istilah mengguar para leluhur bahwa orang sunda itu punya adat, dan sekarang akan di bangkitkan kembali di tanah Copo ini.

Lanjutnya, ini bukan tak-tak ngaluhuran sirah, tapi ingin melanjutkan dan menjelaskan Adat budaya sunda,"andai ada kekurangan ma'lum namanya juga manusia, "Ungkapnya kepada awak media di tanah Copo kampung ci Odeng Desa Purwarahayu Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Provinsi jawa barat. Minggu 17/09/2021.

Lanjut Nordin, "jadi selama 70 tahun sudah musnah, jadi sekarang mau kalau bahasa sunda itu di guar dan di koreh lagi sampai ke jaman dahulu sudah terlupakan. dan sekarang kita akan ambil padi lagi atau panen jadi sesuai adat leluhur kita.
persiapan untuk kegiatan ritual ini di awali dengan membawa kemenyan lalu di bakar, jadi itu bertujuan untuk menghormati para leluhur jadi istilah sunda ngaguar,"ujarnya.

Masih kata dia, "agar menjadi waktu padi ini mau di panen besok, jadi sekarang di lakukan dulu ritual. jadi besok langsung di panen di ambil padi nya.
"alhamdulillah sekarang kami bersama padepokan pancasona akan di bangkitkan kembali ritual adat budaya sunda ini,"terangnya.

Sementara itu iwan cahyadi selaku pendamping desa mengungkapkan, "kebetulan saya sekarang lagi ada tugas dari kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk mendampingi potensi budaya yang ada di desa purwarahayu, dan alhamdulillah di wilayah desa ini saya sebagai pendamping desa harus berkordinasi dengan semua pemangku adat, "seperti yang dari padepokan pancasona ini, terutama dalam bidang pertanian, "imbuhnya.

"Seperti melak nandur ketika kita nanam, barusan juga ada adat seperti barusan ritual sebelum panen. jadi itu adalah tembeyan dan untuk ritual atau berdoa dengan cara leluhur orang copo dulu seperti itu untuk adab, jadi kami di sini sebagai anak cucu dari leluhur kenapa masih melestarikan dan ingin terus mengembangkan minimal nya kami berterima kasih atas jasa-jasa para leluhur, "paparnya.

menurut nya, "karena sawah (Padi) dan saluran-saluran air ini kami tak buat, hanya tahu terima jadi saja. jadi mereka para leluhur kami yang punya jasa ini. makanya tata cara adat dan budaya nya bagaimana cara nya akan kami lestarikan dan di kembangkan kembali.

"Kebetulan kami di sini berkordinasi dengan dinas pertanian dan BPP yang ada di wilayah sini cara penanaman nya juga memakai metode mina padi, jadi mina padi ini bisa sekaligus budidaya ikan juga, jadi alhamdulillah kami ini sudah melakukan panen ke tiga kalinya, dan hasil nya pun luar biasa dari segi padinya jelas meningkat dan ikan pun sama dapatnya melimpah, apalagi ini di pematang-pematangnya masih bisa di gunakan atau di manfaatkan untuk tanaman sayuran, Alhamdulillah bisa tri in one. satu tempat bisa menghasilkan 3 macam dan hasilnya pun Melimpah,"pungkasnya.

Masih kata Iwan, "semoga dengan kita mengembangkan adat budaya dan kaya akan budaya yaitu di wujudkan dengan destinasi wisata atau bagaimana dengan keaneka ragaman budaya kita nanti bisa di jadikan satu desa wisata, dan saya yakin semua berkembang dan kesejahteraan pasti bakal ter rasakan, "Singkat Dia

Reporter: Rizal
Editor: Ek

Tidak ada komentar