Breaking News

Dana Banprov Desa Cibatuireng Diduga Disalahgunakan Untuk Bayar Hutang Pembangunan Bale Desa Tahun 2018".

Kabupaten Tasikmalaya - Qjabar.com

Dana bantuan provinsi (Banprov) sebesar 130 juta, untuk billboard dan pagar balai desa, yang seharusnya sudah dikerjakan sejak bulan pencairan banprov 2021, hingga saat ini pembangunannya banyak mengandung pertanyaan warga. 

Warga pun keluhkan hal itu, bahkan salah satu tokoh di desa tersebut, mengatakan setiap di adakan musdus dan musdes tidak tranparan, mereka mengaku tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya, bahkan undangan untuk hadir dalam rapat tersebut sama sekali tidak ada, padahal kami ingin sekali menghadiri ketika Ada musdes ungkap salah satu warga desa yg tidak mau di sebutkan namanya pada wartawan pada saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2021).

Anggota BPD (N) mengatakan anggaran banprov TA 2021 tersebut, diakui memang benar telah di bayarkan untuk penyelesaian hutang pada salah seorang pemborong perinisial (A) sebesar 50 juta, tanpa mengadakan musyawarah terlebih dahulu,  saat pendandatangan BPD pun terkesan di paksa, ketika pengambilan uang ke bank BJB di kawal langsung oleh sekdes dan babinmas setempat.

Tidak cukup sampai di situ saja lingkaran setan itu ternyata di ketahui oleh kasi PMD, karena pemborong dengan kasi PMD masih ada ikatan sodara, hingga cara penagihan dibantu Kasi PMD bersama wartawan setempat berinisial ( O),  disinilah dugaan penyalahgunaan anggaran disalahgunakan, kebijakan tersebut di ambil alih oleh PLT / sekdes Asep karna kepala desa difinitif terjerat masalah pidana dan masih dalam masa kurungan lapas.

Warga masyarakat berharap, pihak penegak hukum segera melakukan penyelidikan atas anggaran negara yang sudah dikucurkan ke desa Cibatuireng  yang sampai saat ini tidak ada kejelasan pisiknya. "Kami minta instansi terkait segera melakukan penyelidikan, jangan biarkan dugaan penyeleweng ini, terkesan di biarkan begitu saja terutama untuk memperkaya diri sendiri, ucap warga yg tidak Mau di sebutkan namanya

"Kami konfirmasi langsung sekdes cibatuireng. Jumat lalu 22 Oktober 2021  melalui pesan whatsapp Beliau mengatakan benar waktu itu ikut ke Bank bjb untuk mengambil uang tersebut dan semua itu atas dasar kesepakatan dengan BPD,Kepala desa dan penyerahan uang tersebut disaksikan oleh BPD dan perangkat Desa

Kalau terkait pembangunan sudah beres serta berdasarkan hasil musyawarah desa yang terdahulu dan saya hanya menjalankan tugas keseharian kepala Desa,Dan saya juga baru beres di Audit oleh INSPEKTORAT. Dan segalanya sudah ada bukti pengerjaan dan laporannya.jelas sekdes

Sementara kasubag kekayaan Dan pendapatan Desa yg menangani keuangan Dan aset Desa menjelaskan, bahwa Bantuan Keuangan dari Provinsi tahun 2021 seharusnya bisa segera dilaksanakan setelah anggaran itu dikirim ke rekening desa, apa lagi di bayarkan hutang itu sudah tentu dianggap melanggar aturan, pungkasnya.

"Kalau sampai saat ini belum Ada kejelasan maka akan jadi pertanyaan. Apabila PLT Desa ada alasan tertentu, itupun harus disampaikan dan membuat laporan, "katanya

Aten juga mengaku akan melakukan pengecekan terhadap hal itu. Ia menilai, jika terbukti benar dugaan tersebut maka kami anggap ceroboh, secara administratif tindakan yang dilakukan ini sudah melanggar aturan.

"Kita akan segera panggil PLTnya untuk mengklarifikasi, karena saya menganggap ini ceroboh. Apabila ada sanksi itu kewenangan Provinsi, dan kita hanya memfasilitasi," Pungkas Aten.

Reporter: Neng
Editor:Ek

Tidak ada komentar