Breaking News

Cek Hasil Produksi Kekayaan Hutan, Bupati Bandung Kunjungi Pabrik PGT

Kabupaten Bandung - Qjabar.com

Bupati Bandung Dadang Supriatna beserta Muspika Kecamatan Nagreg datang mengunjungi Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sindangwangi di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Satuan Perhutani KPH Bandung Utara. Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka meninjau kegiatan industri dan menanyakan hasil produk yang dihasilkan berupa Gondorukem dan Terpentin. 

Hadir dalam acara tersebut Kepala PGT Sindangwangi Yaya Sunarya, Angkat Wijanto Kepala Seksi Hasil Hutan Bukan Kayu, Kepala Seksi Keuangan, SDM dan Umum Siswandi Kiki, beserta unsur Muspika Kecamatan Nagreg dan undangan lainya. 

Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara Usep Rustandi mengatakan PGT Sindangwangi ini merupakan salah satu industri di wilayah Perhutani Jawa Barat dan Banten yang lokasinya secara administratif masuk wilayah Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Untuk membangun eksistensi pabrik yang akan berkorelasi dengan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar perlu dukungan dan sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Bandung.

"Kami tentu menyambut baik kunjungan tersebut. Kunjungan ini merupakan bentuk perhatian dan sinergitas yang baik antara Perhutani dengan Pemkab Bandung," ungkapnya.

Usep menuturkan keberadaan PGT Sindangwangi banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar ikut diberdayakan dalam pekerjaan di PGT Sindangwangi.

Bupati Bandung Dadang berharap adanya PGT Sindangwangi harus berdampak pada pemberdayaan masyarakat sekitar, baik untuk tenaga harian lepas maupun karyawan tetap, diutamakan mengakomodir dari 
masyarakat sekitar.

Yaya Sunarya, menjelaskan bahwa hampir 95% tenaga kerja  harian lepas maupun karyawan tetap bedomisili di Kecamatan Nagreg. Hasil produk berupa Gondorukem dan Terpentin yang dihasilkan hampir 90% di ekspor ke negara-negara di Asia dan Eropa, dan 10% untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

"Selama PPKM pabrik tetap beroperasi seperti biasa mengikuti ketentuan pemerintah", paparnya.

Reporter: Fajar
Editor:Ek

Tidak ada komentar