Breaking News

Buka Tiga Wisata Hutan Pinus Di Cikole, Perhutani Jalin Kerjasama Tripartite

Kabupaten Bandung - Qjabar.com

Dongkrak potensi wisata Hutan Pinus, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara menjalin kesepakatan kerjasama pengelolaan wisata Hutan Pinus bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Makmur dan Mitra Usaha Wisata. Penandatangan kerjasama ini dilakukan langsung oleh Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi di Cikole Lembang, Selasa (5/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Administratur Perhutani KPH Bandung Utara Usep Rustandi beserta jajaran manajemen, Asisten Perhutani Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Lembang Susanto beserta jajaran, Ketua LMDH Giri Makmur Ida Suhara beserta anggota, Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) sebagai mitra wisata dan undangan lainya.

Usep mengatakan dalam pengelolaan hutan, Perhutani mempunyai tiga aspek yang harus dicapai, mulai dari aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Oleh sebab itu, kerjasama ini dilaksanakan sebagai upaya mencapai tiga aspek tersebut.

"Hutan ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat termasuk Perhutani sebagai bagian dari masyarakat serta masyarakat sekitar hutan. Sehingga dalam pengelolaannya kami membutuhkan kerjasama dengan masyarakat," katanya.

Usep menyebutkan ada tiga titik yang hari ini dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama menjadi objek wisata Hutan Pinus di Cikole, yakni Cozy Land yang dikelola bersama KUPS Maju Madani, Bi Land bersama KUPS Bina Mitra Mandiri dan Taman Wisata Kebon Pines bersama KUPS Harupat.

"Dalam pengelolaannya nanti, kami titip agar selalu menjaga pelestarian hutannya, kebersihannya, budaya kearifan lokalnya dan lain sebagainya," pesannya.

Kepala Desa Cikole Jajang Ruhiyat menyatakan pihaknya mengapresiasi upaya Perhutani menggandeng masyarakat dalam pemanfaatan hutan bersama. Hal ini sudah sesuai dengan moto Desa Cikole yaitu "Leuweungna Hejo Wargana Ngejo" atau artinya hutannya hijau warganya bisa makan.

"Namun, dalam pengelolaannya tentu kami berpesan jangan sampai merusak hutan, tetap harus memperhatikan dan melestarikan lingkungannya. Jadi, setelah kesepakatan ini jangan jadikan hutan seperti kota, hutan tetap harus lestari," harapnya.

Sementara itu, Ketua LMDH Giri Makmur Ida Suhara menuturkan ia menyakini bahwa masyarakat Desa Cikole sudah teruji dalam hal mengelola wisata. Mereka sudah berpengalaman dalam mengelola wisata seperti sebelumnya pernah tergabung di wisata Tangkuban Perahu dan lainnya.

"Jadi, saya yakin masyakarat bisa menjaga hutannya tetap lestari disamping ada nilai ekonomi yang dituju," paparnya.


Reporter: Fajar
Editor: Ek

Tidak ada komentar