Breaking News

"Samurawut" Program BSPS Di Desa Linggaraja Diduga Jadi Bancakan Pungli

Kab. Tasikmalaya - Qjabar.com

Program BSPS atau dana Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang di kucurkan pihak kementrian PUPR, diduga ada pungitan liar (Pungli) oleh pihak oknum kepunuhan, dengan dalih untuk kelembagaan juga wartawan dan LSM, "ujar salasatu oknum punuh di Desa Linggarjaya kecamatan Sukaraja. Kepada penerima manpaat beberapa waktu lalu. Rabu 18 Agustus 2021.

Pungutan yang terjadi bukan itu saja , baik program Lisdes, BLT, UMKM, pun diduga ada pungutan menurut salasatu Warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan informasi yang di rangkum pihak Qjabar, pungutan terjadi bagi yang mendapat anggaran UMKM senilai 2.400.000, di sunat 400 ribu. Bahkan yang mendapat 1,200.000 , di sunat 200 ribu , bagi yang mendapatkan BSPS pihak penerima akan dikenakan pungutan sebesar 2,500.000, bahkan ada yang 1,500.000, sampai 2.000.000, "katanya.

Saat di kompirmasi pihak Rt 07 Rw 08, Nanang enggan menjelaskan tanpa kordinasi dengan kepunuhan, terkait ada isu pemotongan "ucap Nanang saat di temui Qjabar di rumah kediamannya.

Pihak Qjabar pun, langsung temui kepunuhan Desa Linggaraja Elan mengatakan, "kami tidak pernah melakukan ada pungutan apalagi kepada warga yang menerima program BSPS, "kata Elan

"Karna yang mendapatkan BSPS hanya dua kepunuhan , yang terdiri lima rumah dan yang  lain ada lima rumah , yang jumlah di dapat jumlah nya ada sepuluh rumah, "ucap Dia.

Menurut info yang didapat dari warga , dari penerima manpaat dengan inisial (E) kami sempat di pinta sebesar 2,500.000 tapi kami hanya punya 2.000.000 , saja karna saat itu tidak ada , "ujar penerima manpaat.

Bahkan bukan itu saja warga yang lain inisial (O) sempat ada pungutan sebesar 2,500,000 sebelum mendapatkan program BSPS.

Inisial (O) menjelaskan, " kami memang di pinta 2,500,000, bahkan inisial (H) sama di pungut, begitu juga inisial (R) juga sama di pinta sebesar 2,500,000, "ujar Dia

Hal ini sangat di sayangkan , program BSPS untuk masyarakat tidak mampuh, terutama bagi rumah yang sudah tidak layak huni, dana BSPS diduga  jadi bancakan pihak oknum kepunuhan, ada informasi pihak desa pun terlibat, ada apa dengan Kades Linggaraja...??

Bahkan ada isunya, salaseorang prangkat desa yang perintahkan, dengan hasil pemotongan digunakan untuk yang lain, sehinga dia mengarahkan, "kalau ada yang datang baik wartawan atau LSM suruh datang menghadap ke kami, "kata salasatu prangkat Desa, inisial (A) yang mana mereka di jadikan kepercayaan pihak Kades.

Pihak Qjabar akan kompirmasi dengan kepala Desa juga pihak kejaksaan terkait ada dugaan Pungli yang terjadi di desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja,"pungkasnya


Reporter: Jayaris

Editor: Ek

Tidak ada komentar