Breaking News

Pemimpin Dan Kepemimpinan Yang efektip Menurut Hj.Wati Purnamawati,S.Pd.I,M.pd

Kabupaten Tasikmalaya - Qjabar.com

Pemimpin adalah sosok atau tokoh yang memimpin sebuah lembaga, instansi, kelompok, komunitas, organisasi. Setiap instansi , baik instansi  pemerintah maupun swasta memiliki pemimpin dari mulai level atas, menengah, hingga level bawah seperti koordinator unit kerja atau unit usaha.

Ibarat sebuah keluarga, pemimpin adalah orang tua bagi anak-anaknya. Setiap anak memiliki karakter yang beragam. Ada yang pendiam, ada yang cerewet, ada yang manut-manut saja, ada yang kritis,ada yang manja, ada pula penurut, dan ada  yang memerlukan pendekatan khusus supaya turut. Orang tua yang bijak tentunya tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap anak-anaknya. Harus ekstra sabar menghadapi anak-anaknya yang memiliki beragam karakter dan beragam keinginan.

Memimpin pada hakikatnya adalah melayani, walau kadang pada kenyataannya pemimpin yang banyak dilayani oleh bawahan, dengan alasan protokoler atau SOP- nya memang demikian. Tidak salah juga jika mekanismenya sudah diatur,  tetapi pemimpin yang bijak tidak unggah adat “ ngamenak “. Dia tetap merakyat dan egaliter bersama para bawahannya.

Seorang pemimpin memiliki beragam tugas kepemimpinan yang tidak mudah. Oleh karenanya, seorang pemimpin idealnya adalah orang yang terpilih. Bukan hanya memiliki kompetensi , juga harus memiliki integritas.Oleh karena itu, untuk mendapatkan figur yang memiliki karakter seperti itu, instansi pemerintah baik di pusat maupun di daerah melakukan seleksi ketat calon pemimpin, mulai dari seleksi administrasi, akademik hinga wawancara. 

Pemimpin bukanlah alat pemuas. Tidak setiap keputusan bisa memuaskan semua pihak. Pasti ada saja yang merasa yang tidak puas dan tidak terakomodir. Libatkan semua bawahan dalam mengambil keputusan agar merasa ikut berpartisipasi, tapi ketika deadlock ( jalan buntu) tugas pemimpin harus mengambil keputusan agar tidak berlarut – larut,.

Seorang pemimpin bukan hanya perlu menunjukkan kompetensi profesionalismenya, tapi juga mampu menjadi teladan bagi para bawahan atau stapnya, karena profesionalisme dan keteladanan akan menjadi kekuatan dalam memimpin para bawahan atau stafnya.

Memimpin adalah seni, yaitu seni memimpin itu sendiri, seni melayani, dan seni membina para stafnya dalam mewujudkan visi ,misi dan tujuan organisasinya. Oleh karena itu, seorang pemimpin perlu memiliki seni dan memiliki karakter kepemimpinan yang kuat agar mampu menjadi pemimpin yang berwibawa dan disegani para bawahan atau stafnya. 

Pemimpin selain sebagai seorang administrator juga sebagai generator dan lokomotif perubahan dalam sebuah instansi atau organisasi. Pendekatan kepemimpinan yang dilakukan bukan hanya pendekatan formalistik, birokratis,prosedural, tetapi melalui pendekatan hati. Dengan kata lain, harus memiliki keseimbangan pendekatan dalam membina bawahannya atau staf – stafnya. Para bawahan atau staf cenderung tidak akan suka dengan model atau gaya pemimpin yang kaku,birokratis,formalistis dan prosedural. Mereka menginnginkan suasana yang kekeluargaan, dialog dan demokrasi.

Dalam kontek manajemen organisasi, bukan hanya pemimpin yang bisa menilai bawahan atau stafnya, tetapi staf juga bisa menilai pemimpinnya,bahkan bisa saja membandingkan-bandingkan dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Bedanya kalau pemimpin bisa memanggil stafnya sebagai bagian dari kewenangannya dalam membina, sedangkan staf tidak dapat melakukannya, tetapi dia akan mencatatnya dalam hati sepanjang hidupnya, dan curhat dengan teman – teman kantornya.

Seorang pemimpin harus adil dalam memimpin staf-stafnya atau bawahannya agar tidak muncul kecemburuan,tidak yang merasa ada yang jadi anak emas atau anak tiri. Semua bawahan atau staf  diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya.Walau kadang definisi adil itu relatif, tergantung dari sudut pandang yang melihat dan merasakannya, tetapi setidakn ya seorang pemimpin sekuat tenaga berbuat adil dalam mengambil keputusan. Komunikasinya secara terbuka, logis, menggunakan data dan informasi yang akurat dan faktual alasan – alasan atau pertimbangan tersebut agar tidak memunculkan praduga – praduga yang belum tentu benar.

Pemimpin harus menjadi pemelajar, karena pemimpin belum tentu menguasai semua aspek yang berkaitan dengan lingkungan yang dipimpinnya. Minimal seorang pemimpin mengetahui  deskripsi umum pekerjaan bawahan atau staf. Ada kalanya untuk hal – hal yang bersifat teknis, bawahan atau staf jauh lebih menguasaai dibandingkan dengan dirinya, dan hal itu wajar saja karena tugas pemimpin adalah mengelola SDM yang Berkarakter, mengikuti zaman ( diera digital atau diera abad 21 ) atau melek IT dan mengambil keputusan, bukan mel;akukan pekerjaan –pekerjaan teknis.

"Berikan Kepercayaan Bukan Penghakiman"

Salah satu tugas pemimpin adalah membina dan mengembangkan karir para bawahan atau stafnya. Seorang pemimpin yang berhasil bukanlah pemimpin yang namanya semakin besar sendirian, tetapi justru ketika dia mampu mengembangkan karier para bawahan atau staf, bahkan mampu mempromosikan bawahan atau stapnya pada jabatan – jabatan baru.

Seorang Pemimpin yang ingin bawahan atau stafnya maju akan memberikan kesempatan, kepercayaan, dan tantangan kepada bawahannya atau stafnya dalam bekerja, dan memotivasi mereka untuk memenuhi harapan pemimpin dan mencapai visi, misi lembaga atau instansi.

Menurut saya, kepercayaan akan jauh lebih baik dari pada penghakiman. Kepercayaan akan membangun motivasi dan tanggung jawab. Sedangkan penghakiman hanya melahirkan kekecewaaan bawahan atau staf. Dengan kata lain, pemimpin jangan apriori terhadap bawahannya atau stafnya, berilah kwesempatan dan kepercayaan kepada bawahan atau staf bahwa yang bersangkutan mempu untuk bekerja dan berkarya dengan sebaik – bai9knya dengan tetap disertai pembinaan dan pengawasan dari pemimpin agar tetap berjalan pada koridor yang diharapkan.

“ Pemimpin Yang Berhasil Akan Diingat Sepanjang Oleh Para Bawahan Atau Staf Walau Sang Pemimpin Sudah Dirotasi Atau Sudah Purnabakti. Kebijakan – Kebijakannya Yang Bajik Saat Memimpin Akan Menjadi Prasasti Dalam Perjalanan Kariernya. Menjadi Pemimpin Yang Baik Selain Sarana Pengabdian, Juga Menjadi Sarana Ibadah Dan Jalan Menuju Surga” Aamiin...aamiin. Bay Hj.Wati Purnamawati,S.Pd.I,M.Pd ( Kelala SDN 1 Cimerah Sukarame ).


Penulis: Hj. Wati Purnamawati, S.Pd.I, M.Pd   ( Kepala SD Negeri 1 Cimerah Kec.Sukarame Kab.Tasikmalaya )


Tidak ada komentar