Breaking News

Dema STAI Tasikmalaya Adakan Kajian Isu, KPK di Mata Rakyat Adalah Harapan Besar Bagi Indonesia Untuk Lebih Baik

Kota Tasikmalaya - Qjabar.com


Dema STAI Tasikmalaya mengadakan kajian isu yang sedang hangat dewasa ini. Kajian tersebut dihadiri oleh pengurus dema dan beberapa mahasiswa di kampus stai. Isu hangat yang di angkat dalam kajian ini adalah tentang persoalan korupsi. 

Ditengah lesunya gerakan mahasiswa saat ini maka Kami bermaksud mengadakan kajian, isu yang dibahas bukan hanya soal isu korupsi saja,  tetapi isu seperti persoalan ekonomi dan pembungkaman mahasiswa juga akan di kaji secara mendalam. "kata Ali Yapi (KETUA DEMA STAI Tasikmalaya)"

"Kita ketahui bahwa KPK telah kehilangan marwahnya sebagai lembaga independen, disamping itu keberadaannya sebagai amanat reformasi dalam cita cita memberantas korupsi kini telah sirna. "Katanya.

Pengangkatan pegawai KPK menjadi ASN adalah pertanda bahwa KPK kini sudah sangat mudah untuk diintervensi oleh pemerintah, ujungnya adalah pemberantasan korupsi akan menjadi terhambat serta kasus korupsi akan semakin marak terjadi di negeri ini efek besarnya tentu berbicara soal kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, dua cita cita ini akan sulit untuk diwujudkan "kata Ali Yapi". 

Disamping itu Pajar Reja sebagai pemantik dalam pembicaraannya menyampaikan "KPK di mata rakyat adalah harapan besar bagi Indonesia untuk lebih baik, namun ada saja upaya pelemahan KPK yang terus digencarkan sejak KPK lahir sampai sekarang entah dari eksternal maupun internal.

DPR yang seharusnya mendengarkan rakyat sekarang berpaling dari rakyat, pelemahan KPK merupakan merupakan buntut dari dikhiatinya nurani dan reformasi, maling maling besar seolah dilindungi maling-maling kecil dihakimi, kita selaku mahasiswa tidak bisa bungkam dan diam ketika ketidakadilan menerpa Indonesia. 

Ruang belajar kita bukan kampus, melainkan lingkungan masyarakat yang harus kita bela. Jangan sampai KPK mati dalam keadaan tidak tenang "tuturnya"

Hasil dari kanjian yang dilakukan ini akan didalami lebih lanjut di internal dema, kemudian akan di susun kedalam kertas kerja sebagai landasan dalam melakukan aksi atau pergerakan di waktu dekat ini "tutur Ali yapi"


Reporter: Aditya

Editor: Ek

1 komentar: