Breaking News

Warga Desa Sangkanhurip Tolak Keras Peredaran Obat-obatan Terlarang Dan Miras

Kabupaten Bandung - Qjabar.com

Aksi demo atas penolakan peredaran obat-obatan terlarang yang marak beredar saat ini, sekitar pukul 09.00 Wib sekitar 200 orang aksi turun ke Jalan. Mereka menggelar aksi damai menolak peredaran narkoba, obat keras berbahaya  maupun miras oplosan.

Perwakilan Aksi tersebut diterima dan untuk menjaga prokes covid-19 peserta aksi dibatasi untuk mencegah penyebaran virus,  kegiatan tersebut berlangsung balai desa Sangkanhurip dan dihadiri kapolsek katapang, perwakilan kecamatan katapang, elemen masyarakat, ibu-ibu majelis taklim, tokoh masyarakat, tokoh Pemuda, MUI, dan pesantren, 

Pasalnya beredarnya obat-obatan terlarang tersebut  meracuni pemuda hingga anak-anak, khususnya di Desa Sangkanhurip, Kecamatan katapang kabupaten Bandung. Umumnya pemuda dan anak-anak di wilayah kecamatan katapang.

Dikatakan kepala Desa Sangkanhurip Aan Tirta Gandana. SH aksi demo penolakan peredaran obat-obatan terlarang ini murni dari masyarakat, dengan adanya aksi tersebut kepala desa Sangkanhurip, merespon dan menerima para pendemo untuk  duduk bersama untuk menolak peredaran obat-obatan terlarang tersebut.

Dengan demikian kepala Desa bersama masyarakat desa Sangkanhurip membuat deklarasi atas penolakan peredaran obat-obatan terlarang dan miras. Dan untuk mencegah peredaran barang haram tersebut  dilibatkan seluruh elemen masyarakat. 

Ditambahkan ketua MUI desa Sangkanhurip H Soleh Mustari menolak keras dengan maraknya peredaran obat-obatan dan miras tersebut , karena merusak generasi muda yang berdampak pada kesehatan dan Pisiologi bagi penggunanya. 

Perwakilan dari para pendemo bapak Hasanuddin merasa gembira atas diterimanya aspirasi atas penolakan peredaran obat-obatan terlarang dan bisa ditindaklanjuti permasalahan ini. Dikarenakan peredaran obat-obatan terlarang tersebut sudah meresahkan masyarakat. 

Dan meminta arahan dari pihak keamanan terkait pencegahan peredaran obat-obatan terlarang tersebut.


Reporter:(Yun.s)

Editor: Ek

Tidak ada komentar