Breaking News

"Masih Hidup Dibilang Mati" Oknum Kaur Pemerintahan Desa Cipatujah, Bikinkan Suket Kematian Palsu

Kab. Tasikmalaya - Qjabar.com

Dugaan yang di lakukan oleh oknum Amil, kini libat kan , petugas kepemerintahan desa, demi kelancaran untuk proses pernikahan. Sehingga muncul nya , surat keterangan kematian yang di duga palsu,alias orang nya masih hidup di buatkan surat kematian. Oleh oknum kaur kepemerintahan Desa Cipatujah kabupaten Tasikmalaya. Rabu 02 Juni 2021.

Saat di temui Qjabar, kaur pemerintahan di ruang kerjanya, mengakui adanya pembuatan suket kematian , yang mana suket tersebut akan dugunakan untuk kelancaran proses pernikahan.

"Kami hanya petugas melayani masyarakat, bahkan itu keterangan tersebut permintaan dari amil, kalau tidak di layani entar kita yang di salahin, makanya di suket tidak di tuliskan nama bin, atau orang tuanya, hanya namanya saja, "katanya

Tetapi lebih baik temui aja langsung pihak amil nya supaya lebih jelas , maksud dan tujuannya, karna kami tidak bisa jelaskan sebenarnya gimana, "ujar Kaur Pemerintahan desa Cipatujah sambil mengajak ke rumah kediaman amil.

Pihak Pjs Kepala Desa Cipatujah saat mau di kompirmasi terkait suket palsu ,saat itu lagi tidak ada di kantor

Sementara pihak amil yang inisial NS, saat di temui di rumah kediamannya yang berada di kampung Neglasari Rt 03, Rw 01, desa Cipatujah menjelaskan, "betul kami kepada pihak desa minta bantuan , tetapi itu kan ada maksud dan tujuan , bahkan kami hanya membantu masyarakat supaya proses pernikahan nya bisa di lakukan, ya kita menjaga jangan sampai ada terjadi hal yang tidak di inginkan, apalagi sampai melakukan perjinahan, "ucap Amil

"Kami sangat menghormati adanya aturan pemerintahan,proses yang kami lakukan tentu itu keluar dari aturan, dengan membuat suket kematian palsu, dan itu hanya untuk membantu masyarakat dan mempermudah proses pernikahan, "ujar Dia

Masih kata amil, "keluhan masyarakat memang dalam pelaksanaan percereian bagi mereka sangat mahal, apalagi dengan jarak tempuh , sehingga bisa menghabiskan dana besar terutama biaya transportasi,jadi masyarakat banyak yang menempuh , dengan membiat surat keterangan kematian, "pungkas Amil saat di temui Qjabar di rmah kediamanya.

Menyikapi sering nya terjadi pembikinan surat keterangan kematian palsu, yang masih hidup di bikin sudah mati, yang sering di pakai dalam administrasi pernikahan ini, niat baik malah jadi perbuatan melawan  hukum yang mana telah memalsukan suket, apalagi ini melibatkan pihak pemerintahan, bahkan ini bisa di sebut bentuk kurangnya pengawasan dan ketegasan, dan harus di berikan teguran, agar perbuatan tersebut tidak terulang lagi oleh pihak intansi terkait.

Pihak Qjabar, akan minta kererangan lebih lanjut dari Kemendag , "Pungkasnya.


Reporter: Aditya

Editor: Ek

Tidak ada komentar