Breaking News

Lagi...!!! Tindakan Kekerasan Terhadap Jurnalis, Lembaga Pers Gemercik Unsil Lakukan Aksi

Kota Tasikmalaya - Qjabar.com

Terulang kembali tindakan refresif yang dilakukan aparat terhadap jurnalis yang sedang melaksanakan tugasnya dilapangan. Kamis 1 April 2021.

Adalah Nurhadi, jurnalis tempo yang pada waktu lallu telah mengalami hal naas. Tugas mulianya dalam melakukan penggalian informasi untuk disampaikan kepada publik. Nasib buruk berupa pengeroyokan oleh aparat kepolisian menimpa dirinya, bahkan diluar dari itu dia pun sempat di sekap di kamar hotel beberapa jam agar tak bisa merilis berita..

Tindakan tersebut menimbulkan reaksi dikalangan para jurnalis, di kota tasikmalaya sendiri, para mahasiswa yang tergabung dalam gerkaan jurnalis melawan melakukan aksi pengecaman dan penuntutan terhadap tindakan keji tersebut.

Bang Adeng selaku koordinator aksi mengatakan, "bahwa kenapa aksi kali ini adalah aksi kemanusiaan yang tergabung dalam jurnalis tasik melawan sebagai kepedulian terhadap sesama insan pers, "singkat Adeng

Ayu sabrina selaku perwakilan dari lembaga pers gemercik unsil menyampaikan bahwa ini adalah aksi kemanusiaan, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama insan pers. 

"Saya menyesalkan kejadian pengeroyokan terhadap pers ini karena hampir saja setiap tahun bahkan 6 bulan sekali selalu ada kejadian naas ini. Kejadian senonoh berupa pengeroyokan ini tak pantas terjadi di negara demokrasi, "katanya

Kami berkomitmen untuk senantiasa membangun jejaring kekuatan para insan pers kedepan, agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Disamping itu, turut hadir Ali yapi selaku ketua dema STAI tasikmalaya yang juga merupakan pengurus dari salah satu lembaga pers mahasiswa, dalam orasinya dia menyampaikan bahwa pers merupakan satu2nya warisan reformasi yang sampai saat ini masih ada, cita2 reformasi dalam menumbangkan korupsi, kolusi dan nepotisme tidak bisa terwujud, dan sekarang satu warisan terakhir itu mulai di usik, kebebasan pers terancam, tugas jurnalis dalam menyampaikan berita yang mencerdaskan bangsa dihadang karena dinilai akan mengganggu jalannya kekuasaan.

"Saya menyesalkan kejadian yang dialami jurnasli nurhadi dan saya mengutuk kejadian tersebut disamping itu dia menuntut kepolisian untuk bertanggung jawab dan mengusut tuntas para aparat kepolisian yang terlibat dalam kejadian penganiayaan tersebut.

Harapan kedepan bahwa kekerasan terhadap jurnalis tidak terjadi lagi, karena dengan begitu demokrasi menjadi tercoreng dan cacat. "Pungkas dia.


Reporter: Red

Editor: Ek

Tidak ada komentar