Breaking News

Diduga Ada Penyimpangan Anggaran APBDES, Kades Sukaresik Di Pertanyakan Warga?

Sukaresik I Kab. Tasikmalaya - Qjabar.com

Program dana desa di tahun 2020, sudah terealisasi , baik dari DDS, ADD dan PBK, tetapi banyak nya kejanggalan dalam pelaksanaan di lapangan, salasatunya ada desa yang di duga telah menyimpangkan anggaran, 60 % dari dana desa tidak di salurkan, sedangkan yang di gunakan sekitar 40 % di terapkan.

Hal ini jadi sorotan publik, adanya dugaan penyimpangan anggaran. Bahkan warga setempat geram...!!!

Menurut informasi yang di rangkum oleh pihak Qjabar, dugaan yang di lakukan oleh oknum Kades Sukaresik di duga telah sunat Dana Desa sebesar 60% . Bahkan ada dugaan menambahkan nama kampung tetapi nama tersebut tidak ada di desa sukaresik, tetapi, bisa di katakan kampung siluman.

Sementara warga setempat inisial A, menjelaskan, "Kami bicara secara data, saja apa yang di lihat di informasi kemendes, itu jelas program yang sudah di kucurkan, tetapi dari data tersebut setelah di cek, samurawut, bahkan tidak ada bukti pisik, hanya sebagian saja, hal ini sangat di sayangkan anggaran sebesar Rp.1,254,661,859. Dari total keseluruhan dana yang tertera di akun remi Sid Kemendes, Sedangkan yang di alokasikan sebesar Rp.443,859,000, berarti sisa anggaran yang tidak di terapkan, Rp.810,802,859, secara perhitungan dan dana itu perlu di pertanyakan, di terapkan dimana sisanya, dan kita juga dapat data nya dari pihak salasatu stap desa, "katanya.

Bahkan bukan dana itu saja , dari batuan ke uangan pun, perlu di pertanyakan baik dari bantuan provinsi juga bantuan dari kabupaten, kemana dana tersebut di terapkannya , sedangkan masyarakat perlu tau , ada keterbukaan publik, "katanya.

"Kami juga sempat menanyakan ke pihak desa sehingga saat itu dari salasatu staf desa sempat berikan keterangan, namun yang lebih akurat kita dapat info dari bagian Kesra, "jelas inisial A. Salsatu warga setempat.

Dalam pantauan Qjabar, warga pun geram...!!! , sehingga mau adakan aksi audensi, ke desa sukaresik tetapi warga masih bisa kondusip, karna warga juga mengharapkan bisa menjaga kondusipitas.

Dengan temuan ada dugaan penyimpangan anggaran bahkan dana desa yang seharus nya di terapkan untuk pembangunan desa, ini malah ada dugaan penyimpangan anggaran, pihak Qjabar saat mau kompirmasi ke kantor desa sukaresik , kades lagi tidak ada di kantor, bahkan pihak Qjabar sempat telpon melalui Hp, 08122163XXXX, Tidak menjawab, tetapi kedua kalinya , kades menjawab ,"kami lagi ada kegiatan di luar , ada rapat , "singkat Kades saat di kompirmasi.

Setelah tiga hari kemudian pihak Qjabar kompirmasi ke kades sukaresik beliau menjelaskan, "maap kami mempertanyakan dari mana angka 40 % yang di terapkan , karna bagi kami, hal itu tidak benar dan perlu di klarivikasi, "ujar kades dengan bantahan nya.

"Ketemu di darat saja , kalau via telepon kita tidak jelas, supaya klir apa yang di sampaikan oleh warga, karna kita juga merasa tidak melakukan apa yang di sampai kan oelh warga, "singkat dia saat di kompirmasi via telepon selulernya.

Di tempat terpisah , kades sukaresik membeberkan bahkan sekaligus di dampingi  dengan pihak LPM, juga Kesra yang mana dia yang  tau pelaksananan di lapangan tersebut.

Menurut kades, kejanggalan yang di dapat memang kami tidak merasa menyimpangkan anggaran, karna semua program itu sudah di salurkan, kami juga kaget ketika ada data bahwa desa sukaresik terima bantuan dari provinsi sebesar Rp.630.000.000, itu yang tercantun di Sid kemendes, "ujar kades 

"Ingsa alloh kami akan kelarivikasi bersama LPM, dan BPD tentang dana tersebut, dan kami akan lakukan bersama sama dengan warga , yang mana ada kesalah pahaman, hal ini perlu di luruskan. "Pungkas dia saat di temui pihak Qjabar. Sabtu 03/04/2021.

Pihak Qjabar akan kembali lagi untuk minta keterangan lebih lanjut, untuk kepada pihak dinas terkait, di karnakan ada dugaan kejanggalan. Dikarnakan data yang ada di Sid Kemendes itu data palid resmi pihak kementrian .


Reporter: Aditya

Editor: Ek

Tidak ada komentar