Breaking News

Warga Sukadana Gelar Ritual Mapag Tamba Agar Sawah Mereka Terhindar Dari Hama

Kabupaten Indramayu - Qjabar.com

Di Kabupaten Indramayu Jawa Barat memiliki tradisi dan adat istiadat cukup banyak, terutama di bidang pertanian seperti adat unjungan, sedekah bumi, Mapag Sri dan salah Satu diantaranya adalah Mapag Tamba. 

Upacara ini dilakukan agar sawah terhindar dari hama yang akan menyerang. Mapag Tamba berlangsung di Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Upacara ini berlangsung hari Kamis dan tanggalnya manakala usia padi menginjak 40-50 hari dari usia penanaman. 

Tradisi ini digelar warga setelah tanam padi. Biasanya Mapag Tamba dimulai saat musim tanam padi. Mapag Tamba ini diyakini untuk mengusir penyakit tanaman padi. Tradisi ini secara turun-temurun dari dulu hingga sekarang masih dilaksanakan

Mereka yang terlibat adalah Kuwu  sebagai pemimpin upacara dan kebayan yang memberangkatkan petugas yang akan mengambil tamba dan memberangkatkan petugas upacara. Perangkat desa adalah petugas pembawa tamba ke sawah.Tradisi Mapag Tamba merupakan ritual tahunan masyarakat petani di desa itu, berupa penyiraman air suci ke area persawahan milik warga guna menghindari serangan hama dan menjadikan hasil panen yang maksimal.

Kuwu Desa Sukadan Darto, menyebutkan,” tradisi ini memang tidak familiar di masyarakat. Menurut Darto, di Desanya, selain tradisi adat Mapag Tamba, ada tradisi Mapag Sri, Sedekah Bumi, dan Munjungan. Empat tradisi adat yang masih bertahan sampai sekarang.

Acara Mapag Tamba,  ritualnya penyiraman air suci ke area persawahan, sambil berjalan kaki memutari batas desa sekira pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Syarat ikut Mapag Tamba selama perjalanan tak boleh menengok ke belakang dan membisu. 

Bahkan petani yang sedang bekerja di sawah, mereka akan berhenti sejenak saat dilewati rombongan. Alasannya adalah saat rombongan Mapag Tamba melintasi sawah berarti sedang mengobati sawah petani tersebut.

milik warga guna menghindari serangan hama dan menjadikan hasil panen yang melimpah”. terangnya.

"Kegiatan ini juga mempertahankan nilai-nilai tradisi yang merupakan salah satu potensi wisata," imbuhnya Darto.  Kamis, 04 Maret 2021.


Reporter: Bang Toy

Editor: Ek

Tidak ada komentar