Breaking News

Kelurahan Cilamajang Bentuk Posko Terpadu Penanganan Covid -19

Kawalu I Kota Tasik - Qjabar.com

Sebagai bentuk respon dari arahan Presiden, telah dilakukan rapat koordinasi Satgas COVID-19 dengan kepala desa dan lurah seluruh Indonesia beserta pejabat kementerian lembaga terkait mengenai Desa Tangguh COVID-19 dan pembentukan Posko Terpadu Penanganan  COVID-19 di kelurahan, desa, kecamatan,ini merupakan upaya penguatan penanganan COVID-19 di level pusat dan daerah yang didesentralisasi di tingkat mikro desa dan kelurahan.

Langkah tersebut diresponnlangsung oleh seluruh lini pemetintah Kota Tasikmalaya untuk terus bergerak bersama mencegah penyebaran Covid-19. Tak hanya di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan, kini RW semakin pun bergerak memutus mata rantai virus corona.

Salah satunya di RW 04 Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Di RW ini membentuk Posko Satgas Terpadu penanganan Covid-19.

Posko yang berada di Jalan Saguling Panjang berfungsi untuk memantau pergerakan warga. Warga yang melewati posko diimbau untuk tetap berada di dalam rumah.

RW 04 Saguling Panjang, Anhar  mengatakan, pembentukan posko tersebut sebagai tindak lanjut dari Gugus Tugas dengan mengacu instruksi dari wali kota membentuk posko di kewilayahan, serta melibatkan RT dan warga setempat.

"Di sini ada RW 04 yang berinisiatif membangun posko untuk membuat warga nyaman dan tenang. Karena Jalan Saguling Panjang ini merupakan akses jalan yang lebih banyak dilalui oleh orang,dan mobilitasnya cukup banyak," kata Anhar  saat dihubungi melalui whats app.Selasa (23/2/2021).

Menurut dia , di tiap RW dibangun minimal satu posko, karena sebagai antisipasi beberapa kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP). "Di Kelurahan cilamajang ada 12 Rw,jadi ditiap Rw dibangun satu Posko terpadu Covid-19

"Penjaga di posko memantau orang luar yang hendak masuk ke areanya," katanya.

Anhar mengungkapkan, pembentukan posko ini merupakan swadaya masyarakat.

Secara operasional, fungsi dari tugas prioritas Posko Tangguh COVID-19 mencakup pendorong perubahan perilaku masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan, layanan masyarakat, kendali informasi, serta pelaksanaan 3T yaitu pengetesan, pelacakan kontak erat, serta perawatan atau isolasi mandiri pasien COVID-19.

"Prinsipnya Posko berfungsi untuk mempermudah proses perubahan perilaku, peningkatan kesehatan masyarakat, kesejahteraan sosial, dan pemulihan ekonomi," pungkas Anhar.


Jurnalis: (dan)

Editor:Ek

Tidak ada komentar