Breaking News

Pengerjaan Kirmir Yang Ada Diwilayah Jalan Desa Cipada Kec Cisarua,"Diduga Proyek Siluman"

Ngamprah I KBB - Qjabar.com

Pelakasanaan Proyek kirmir/TPT yang dilaksanakan di wilayah Kp Gintung Warung Kupa Desa Cipada Kecamatan Cisarua Kab Bandung Barat, Diduga Proyek Siluman dikarnakan tidak terpasangnya Plang Informasi Publik (PIP), serta tidak memenuhi Sepek pengerjaannya.

Sesuai pantauan awak Media Online Qjabar.com di lokasi bahwa tidak adanya pemasangan Plang Papan Informasi Publik (PPIP) otomatis pelaksanaan proyek Kirmir/TPT tersebut Diduga Proyek Siluman, Yang seharusnya pihak pelaksana memasang Papan Informasi Proyek karna itu membuktikan Ketransparanan Publik

Dan saat menanyakan kesalah satu Pegawai di lokasi menuturkan bahwa saya hanya kerja pa tidak tau apa-apa apalagi terkait anggaran berapa-berapnya saya sama sekali tidak tau apa-apa dan untuk papan Informasi memang tidak ada dari awal terpasang tapi bila bapa ingin nanya-nanya langsung aja ke pelaksana aja pa da saya mah cuma kerja,"Tuturnya salah satu pekerja

Ketika dikompirmasi bapa Chandra sebagai pelaksana nya di hubungi lewat seluler, Selasa,15/12/2020, beliau menjawab saya hanya pekerja biasa untuk memasok para pekerja di proyek tersebut, ditanya jumlah pagu anggaran proyek tersebut, Chandra menjawab cukup tidak tau dan langsung menutup seluler begitu saja.

Saat dikompirmasi Pemerintahan Desa setempat, Ujang Dahria melalui seluler watshapp, Untuk proyek itu memang bener PL (Penunjukan Langsung), dari Kabupaten Bandung Barat namun pihak Cv baru hari kemarin memberitahukan atau kordinasi saat pekerjaan sudah hampir mau beres kurang lebih dari 75%, Pemdes sangat menyayangkan kepada pihak Dinas terkait (PUPR) Bidang jalan KBB yang telah menunjuk Cv Proyek tersebut yang lambat memberitahukannya pada Pemdes setempat,"Singkatnya Kepala Desa Cipada, Ujang Dahria

Dengan adanya seperti ini, Tim Media Online Qjabar.com mendatangi kantor PUPR KBB, Bidang Jalan Aan beserta Staf menyatakan, Karena Proyek tersebut belum di bayarkan oleh pihak Dinas, namun belum di cek kembali kelapangan, nanti atau besok kami akan cek kelapangan dan akan panggil pihak cv nya ke kantor desa cipada,"Katanya

Sesuai aturan yang berlaku seharusnya pihak pelaksana itu memasang papan informasi Publik yang tertera dalam.

Secara umum, terkait pemasangan papan nama proyek, ada sejumlah peraturan perundang-undangan yang dapat menjadi rujukan, antara lain yaitu:

1.    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (“Permen PU 29/2006”)

2.    Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (“Permen PU 12/2014”)

peraturan dimaksud yakni Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Proyek tanpa plang nama proyek), melanggar Peraturan Presiden dan Undang – Undang.

kewajiban memasang plang papan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Selain itu ada Permen PU No.12 Tahun 2014 tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur, jalan dan proyek irigasi. Regulasi ini mengatur setiap

pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek.

Namun kepada pihak kepolisian, Unite TIPIKOR, Unite Sat Intelkam dan Kejaksaa Bale Bandung, Untuk Segera Menindak lanjuti di kwatirkan ada yang memanfaatkan dengan adanya dugaan atau Penyimpangan Tindak Pidana Korupsi.


Reporter:(Tim)

Editor: Ek

Tidak ada komentar