Breaking News

Kartu Tani Macet, GAS Gelar Audiens

Singaparna I Kab.Tasik - Qjabar.com

Gerakan Anak Sunda (GAS) Kab.Tasikmalaya gelar Audiensi ke Dinas Pertanian kab.Tasikmalaya,guna menyampaikan aspirasi masyarakat/kaum para petani,yang mana para petani mengeluh akibat kurangnya pasokan pupuk bersubsidi dan mempertanyakan terkait Kartu Tani yang tidak bisa digunakan untuk pembelian pupuk yang bersubsidi.

Audiens tersebut diterima oleh,H.Dr.Idik Abdullah Selaku PLT Dinas Pertanian Kab.Tasikmalaya dengan mengutus beberapa perwakilan dari GAS dan Para Petani untuk memasuki ruang kerjanya.Serta,dihadiri oleh ,Dewan komisi dua(II)H.Asep Muslim,H.Yayat,Para bidang dan dari PT.Pupuk Indonesia yang diwakili oleh PT.Pupuk Kujang.Dengan mentaati protokol kesehatan salah satunya dengan memakai masker dll.Kamis 5 November 2020.

Dalam audiens tersebut,menyampaikan terkait keluhan para petani yang sudah mempunyai Kartu Tani,yang mana Kartu Tani tersebut tidak bisa di pergunakan dengan jumlah yang diperkirakan ±50%,sementara masa tanam untuk musim yang ke tiga(3)ini,Para petani sangat memerlukan sekali pupuk untuk penanaman di musim penghujan ini.

H.Asep Muslim,langsung menanggapi apa yang dipertanyakan tersebut.Dan mengungkapkan,Hal ini perlu kita sikapi dan kita tindak secepatnya,agar para petani sekarang ini tidak rawan pupuk apalagi kalau subsidi pupuk tersebut tidak keluar, maka para petani akan mengeluarkan uang banyak untuk pembelian pupuk dengan harga normal.Ujarnya Asep.

“Saya akan siap mengawal para petani untuk menuntaskan apa yang dikeluhkan petani juga untuk mengaktifkan Kartu Tani,kami akan mendatangi pihak dari Bank BRI sebagai pengelola Kartu Tani tersebut,”Tegasnya Asep.

Dalam hal ini,Idik selaku Plt Dinas Pertanian kab.Tasikmalaya menerangkan,terkait Kartu Tani di kabupaten ini Berjumlah 144.782 kartu,namun yang sudah aktif sebanyak 140.000 anggota.Untuk tahun 2020 diajukan berdasarkan acuan yang sudah terdaftar di RDKK sejumlah 60.000 anggota, sehingga jumlah Kartu Tani yang akan datang akan bertambah menjadi 210.000 anggota,” tuturnya.

Sementara.Apriadi Malela sebagai Ketua Gerakan Anak Sunda(GAS)Kabupaten Tasikmalaya,mengungkapkan, "Alhamdulillah aspirasi dan audiensi kami diterima oleh pihak Dinas Pertanian dan Perwakilan dari Komisi dua(II)yang akan membantu masalah Kartu Tani ini agar secepatnya bisa terealisasi."ungkapnya Apriadi.

Dan apabila masih belum direalisasi,kami akan mendatangi kembali ke sini dan akan membawa seluruh anggota kami guna bisa terpenuhi tuntutan kami.Kami bersatu bersama para petani yang berada di Kabupaten Tasikmalaya.Karena ini untuk menuntut Hak para petani agar pupuk yang bersubsidi ini bisa direalisasikan secepatnya kepada para petani,” pungkasnya.


Reporter:Janur.

Editor:Ek

Tidak ada komentar