Breaking News

"Kisruh" BST Di Desa Pasirtamiang Cihaurbeuti Kab. Ciamis?

Pasirtamiang I Kab.Ciamis - Qjabar.com

Hasil klarifikasi mengenai Progran Sosial Tunai (BST) sebesar 500.000  dari Kementrian Sosial (Kememsos) yang beberapa hari di wartakan oleh salah satu media  mengenai kisruhnya tata cara pencairan tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum). 22 Oktober 2020

Khususnya di Desa  Pasirtamiang,Kecamatan Cihaurbeut,Kabupaten Ciamis. Di Tiga kedusunan di antaranya'Dusun pasirtamiang landeh,kertasari dan dusun cijoho.

Waktu ditemui Yusup Sajidin sebagai pengurus yang di perbantukan  di  e-warung soudara  Rini Ratna Ningsih  menjelaskan  Waktu di  kompirmasi terkait masalah BST yang terjadi di wilayah pasirtamiang.,"

Mengatakan, "bahwa rekomendasi tersebut itu tertulis tanggal dari 22 september sementara di cairkan tanggal 03 september,ketika ditanya itu tidak apa apa,akan tetapi di katakan yusup itu sebenarnya  apa apa kalau menurut acuan dalam Pedum.

Karna BST itu muncul dari BPNT sementara program BPNT itu Iwa Kartiwa sebagai TKSK sedangkan yang mencairkan kelompok PKH dan pendamping PKH sebenarnya tidak mempunyai urusan, oleh karna itu kami awalnya dari dulu memgelola BPNT jaman dulu ketika dari dulu di Bumdes nah untuk sekarang di Bumdes sudah lepas 

"Kami secara pribadi sebagai pembantu di e- warung Soudara Rini di perbantukan sebagai pengurus administrasi, "katanya

Ketika di singgung  siapa yang mencairkan tanggal 03 tersebut kami merasa bingung alias (Kararagok)karna pengurus kelompok yang mencairkan itu  masih di bilang  tetangga kalau di sebutkan nama nya siapa. Karna kami melihat keluarganya kami tidak bisa menyebut kan siapa pelakunya yang jelas di pegang kartu tersebut oleh ketua kelopok Program.Keluarga Harapan (PKH), "kata nya.

Sementara lurah Dusun Kertasari Iwan mengatakan," kalau berbicara tupoksi mereka, mereka pengurus ketua para ketua kelompok tidak ada urusan  jadi yang jadi pertanyaan kami kenapa ko pembingbing PKH ikut campur ke ranah dalam BPNT non PKH kan itu ada jalurnya yang jadi pembingbingnya itu ialah TKSK kecamatan  Iwa Kartiwa, "Ungkapnya.

Intinya untuk pencairan glombang ke satu di jadikan gambaran untuk kedepanya karna tanpa ikut campur tangan mereka alhamdullilah lancar dan aman, "jelasnya.

Masih kata Yusul, "Masalah pencairan tersebut waktu gelombang pertama ada kordinasi dan kondusip ,akan tetapi yang gelombang kedua ,kami baru tau pada tanggal 24 mau transaksi  cek saldo,." Karna pada  tanggal 21/edaran dari Dinas Sosial (Dinsos)d ,tgl 23 edaran dari pendamping ke agen.

Nah' tanggal 24 kami mau cek transaksi saldo ternyata saldo tersebut sudah limit dalam arti (kosong) di situ muncul struk pen cairkan pada tanggal satu masuk rekening tanggal 03 September 2020 keluar pencairan, "ucap nya.

Ditambahkan Yusup, "kami pun merasa kaget bahwa dalam kroscek kartu tersebut sudah kosong sedang kan yang memegang kartu tersebut ada di masing masing ketua kelompok. Para Kelompok Penerima Manpaat pun (KPM) tidak tau hanya yang tau pendamping dan ketua kelompok PKH.,kami tidak menuduh siapa pelakunya dan siapa namanya, "jelas Yusup.``

Masih di ungkapkan Yusup ,ia berharap untuk kedepan kelompok PKH serta kelompok BPNT jangan ikut campur pogram Bantuan Sosial Tunai (BST) Karna kita semua udah ada jalurnya dan tupoksinya masing masing.Kalau kita ikut campur banyak kejadian yang menimbulkan dan salah paham .

"Ini juga' waktu gelombang pertama tidak ada ikut campur tangan yang lain dan  alhdulilah beres dan kondusip ke tiap Kelempok Penerima Manpaat (KPM) tetapi untuk penggesekan gelombang kedua setelah ada pihak lain yang ikut campur di dalam program ini jadi kisruh dan polemik di masyarakat, "katanya

Sementara ketua Forum Kemitraan Kepolisian dan  Masyarakat desa pasirtamiang H.Gandi mengatakan ketika di pinta tanggapan.,"Ada nya kekisruhan ini kami klarifikasi  bukan untuk saling menjatuhkan, akan tetapi kita untuk pembenahan sistem jangan sampai terjadi lagi seperti ini, kasihan masyarakat , "terangnya.

Kelompok Penerima Manpaat (KPM) yang di bodohohin di jadikan ajang pemangpaat ke untungan sendiri oleh para pihak oknum tersebut ,ucap H.Abdul Gani


Reporter: HB

Editor: Ek

Tidak ada komentar