Breaking News

Bangunan Sekolah SDN I Rancairung Alami Ambruk

Cihampelas I KBB, - Qjabar.com 

Bangunan Sekolah SDN I Rancairung yang berlokasi diwilayah Desa Tanjung Jaya Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat, alami ambruk yang terjadi sekitar jam sebelas siang (11.00 wib) pada hari Sabtu pada tanggal (17/10/2020) yang lalu. 

Demikian dikatakan oleh Kepala Sekolah SDN I Rancairung Drs. Asep Permana saat dikompirmasi awak media dikantor sekolah, Asep Permana masuk menjadi Kepala Sekolah SDN I Rancairung sejak tahun 2018, dari awal sudah diberitahukan pada dinas terkait bahwa ada 1 ruangan kelasnya yang sudah tidak layak lagi dipakai, dikarena pada saat kemarau tanah pecah dan jika ada hujan pasti akan bergeser, karena kondisi tanah labih ditambah berbatasan dengan danau yang dipakai proyek waduk saguling.

Setelah kejadian ambruk bangunan sekolah terlihat, termasuk tim juga, disana terlihat ada coran penyangga yang tidak memakai pondasi (ceker ayam) sebagai penguat hanya sebatas tempelan saja, disini bangunan tersebut tidak sesuai standar, jika anak - anak saat berada disekolah (sedang aktif) tentu sudah ada korban, namun sehubungan ada wabah virus Covid - 19, cara belajar dan mengajarpun dilaksanakan secara daring, jadi Alhamdulilah tidak ada korban. 

Dalam hal ini Asep selaku Kepala Sekolah SDN I Rancairung berharap pada instansi terkait khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat untuk segera membangun sarana sekolah baru (RKB) sebab kalau direnovasi hasilnya tidak akan lama, sebab kultur tanahnya labil perlu pondasi yang kuat, selain dari pada itu MCK bagi guru dan murid segera dibangun karena yang ada sudah tidak memadai itupun swadaya orang tua murid, serta bangunan benteng, teras halaman dan ruang perpustakaan yang harus memadai. 

Untuk itu Asep sekali lagi minta perhatian khusus pada instansi terkait khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat segera merealisasikannya, jika wabah Covid 19 berakhir dan aktifitas belajar dan mengajar seperti biasa dan ruangan kelaspun harus siap dipakai, karena dari 188 anak murid dan 10 pengajar, memakai ruangan kelas 6, dikurangi yang satu ruangan kelas ambruk, berarti tinggal 5, karena sekolah juga harus memadai jangan berdesak - desak, sehingga dalam belajar dan mengajar bisa nyaman dan tenang. 


Reporter:(Tim)

Editor: Ek

Tidak ada komentar