Breaking News

Minim Pengawasan, Kegiatan P3 -TGAI Desa Leuwigede Diduga “Asal-asalan“

Kab.Indramayu - Q'Jabar.com

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Leuwi Asih, pengerjaan irigasi yang sedang dikerjakan oleh Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) DI Rentang yang berlokasi di Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu diduga pekerjaannya asal jadi.

Pasalnya dalam pengerjaan irigasi tersebut dari pantauan awak media dan beberapa rekan LSM, Selasa (15/09) pemasangan pondasi diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Dikarenakan penggalian dan pasangan batu hannya digeluntungkan saja pada galian yang asal-asalan sisi bahu jalan sawah, yakni hannya 25 cm untuk lebar pondasi.

Menanggapi hal tersebut, warga yang enggan di sebut namanya, angkat bicara. Dirinya mungkin saja dikerjakan dengan asal-asalan, karena minimnya pengawasan dari pihak konsultan, tenaga pendamping masyarakat (TPM) serta pihak Dinas terkait.

"Saya berharap kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk / Cisang Garung, (BBWS Cimancis) beserta instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap kegiatan ini. Jangan sampai ada oknum yang sengaja memanfaatkan lemahnya pengawasan," kata warga.

Lebih lanjut Warga menambahkan, kegiatan ini benar-benar diawasi, kenapa ada oknum penerima manfaat yang sengaja diduga melakukan tindakan melawan hukum dengan cara mengurangi pemakean semen hanya ½ sak / molen (penggiling adukan).

kalau hal tersebut di biarkan maka dipastikan daya tahan dari pengerjaan irigasi proyek P3 - TGAI di Desa Leuwi Gede ini tidak akan bertahan lama. 

Di lokasi pengerjaan ini seharusnya ada pengawas dari P3 -TGAI. Namun di lokasi pengerjaan ini tidak satu pun pengawas yang ada bersama. Tuturnya.

Ketika awak media meminta keterangan salah seorang pekerja yang sedang melakukan pengerjaan tersebut menjawab, saya tidak tahu hanya ikut kerja saja, kelompok tani tidak tahu di tempat lokasi pengerjaan irigasi ini ungkap dirinya dengan nada kesal. 

Sementara itu kelompok tani Teratai ketika di hubungi di rumah sakit yang perawatan yang tidak berada di tempat, seolah-olah mengindar dari awak media, sehingga berita ini di turunkan yang sulit di hubungi sampai dua kali tidak pernah ketemu. 



Reporter: Bang Toy

Editor: Ek

Tidak ada komentar