Breaking News

Bupati Ciamis Herdiat: BPNT Harus Tepat Sasaran

Kab. Ciamis - Qjabar.com

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Membuka Rapat Pembahasan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako Tahun 2020 bertempat di Aula BAPPEDA Kab. Ciamis. Senin (21/09/2020).

Rapat tersebut mengenai evaluasi dan pembenahan atas keluhan masyarakat yang berkaitan dengan ketidaklayakan pendistribusian BPNT.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Ciamis, Pj Sekda Kab. Ciamis, Asisten Daerah Bidang Ekbang Kesra, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Sosial dan unsur Forkopimda yang lainya.

Bupati Ciamis menyatakan menerima laporaan tentang adanya ketidakberban terhadap penyaluran BPNT sehingga penting adanya pembenahan dan evaluasi.

"Mensikapi mengungkapkan situasi dan kondisi saat ini mengenai bantuan BPNT, perkembanganya semakin kesini semakin tidak tersier, baik dari media maupun laporan masyarakat langsung, hal ini membuat gaduh sehingga perlu adanya pembenahan dan harus betul-betul mensikapinya,".

Herdiat mengatakan Perlu kesungguhan dan kseriusan semua pihak serta perlu adanya regulasi khusus yang membebankannya agar pendistribusian BPNT tersebut tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh Keluara Penerima Manfaat (KPM).

Lebih lanjut Bupati Ciamis menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi di antaranya belum adanya regulasi khusus yang mengatur tentang panduan tehnis, perlu adanya pesanan tim koordinasi BPNT tingkat Kabupaten serta proses pengungkit sehingga diperoleh data-data yang valid.

Selain itu pemerintah Kabupaten berhak menerima laporan mengenai data elektronik untuk melihat bentuk trnsaksi serta menghindari transaksi fiktif.

Serta Perlu ketegasan tindakan terhadap ASN atau tenaga pelaksana baik perorangan maupun kelompok serta oknum yang ikut berpartisipasi di dalamnya.

Sementara itu Wabup Yana mengungkapakan harus dibenahi dari sistemnya, ketika sistemnya baik maka semua permasalahan bisa teratasi.

"Atur dulu sistemnya dengan baik, termasuk yang terlibat di dalamnya dengan inai kasi pelayanan desa, saya berharap jangan mau diatur oleh suplayer atau LSM dan yang lainya agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan kualitatif dan kuantitatifnya, jelaskan Yana.

Koordinator TKSK Ciamis Dedi menuturkan bahwa semua permasalahan bermula dari penambahan nominal bantuan dari 150 ribu menjadi 200 ribu sehingga banyak pihak yang ingin terlibat.

"Saya berharap ada standar SOP atau regulasi khusus yang mengatur tentang pihak ke tiga," tuturnya.

Mensikapi hal tersebut Bupati Ciamis mengintruksikan kepada pihak pihak pelaksana BPNT untuk membuat aturan khusus yang didalamnya menguatkan aturan yang ada dan tidak bertentangan dengan yang sudah ada.


Reporter: Aditya/ Zihara

Editor: Ek

Sumber: Humas

Tidak ada komentar