Breaking News

Budiyanto: "Direksi PDAM TB merupakan WNI yang diangkat dan diberhentikan Bupati Bekasi"

Kab. Bekasi - Qjabar.com 

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto mengklarifikasi tudingan hoax yang disampaikan anggota Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Nicodemus Godjang kepada wartawan (baca: http://bekasiekspres.com/2020/09/20/bicara-tanpa-data-budiyanto-dituding-sebar -hoaks_)

Dijelaskan Budiyanto, pernyataan terkaitnya tentang komposisi PDAM Tirta Bhagasasi sebesar 85% Pemkab Bekasi dan 15% Pemkab Bekasi itu terjadi saat dirinya pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2009 - 2014.

"Mohon maaf saya tidak menyebutkan tahun jadi akhirnya salah penangkapan oleh rekan maupun mahasiswa," ungkap Budi.

Dijelaskannya berdasarkan release dokumen Juli 2016 yang ditandatangani Dirut, Dirum dan Bagian Keuangan PDAM Tirta Bhagasasi, saham yang dimiliki Pemkab Bekasi senilai Rp. 226 Milyar atau setara 79,46%.

"Adapun Pemkot Bekasi senilai Rp. 58 Milyar atau setara 20,54%," terangnya.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (Himapindo) itu peringatan keberadaan Peraturan Daerah Tingkat II Kabupaten Bekasi nomor 2 tahun 1992 tentang Pendirian PDAM Kabupaten Bekasi.

“Dalam Peraturan Perda bahwa anggota Dewan Direksi PDAM Tirta Bhagasasi adalah seorang Warga Negara Indonesia yang diangkat dan diberhentikan oleh Bupati Bekasi,” jelasnya. 

Artinya, pemkab Bekasi sebagai pemilik saham terbesar dan kewenangan utama harus memutuskan dan konsisten dalam keputusannya mengenai jabatan direksi PDAM TB. 

"Karena keputusan yang dikeluarkan Bupati Bekasi secara sah dan sesuai dengan normatif," terang Budiyanto.

Menyinggung adanya pihak-pihak yang tidak setuju atas keputusan Bupati Bekasi mengenai pengangkatan direksi PDAM, itu karena kuranya pemahaman terhadap kondisi sebenarnya. 

"Saya mengira banyak kepentingan di luar otoritas dan otoritas yang ujung-ujungnya memaksakan kehendak tidak diakomodir.

“Saya sudah membaca hal itu secara gamblang dan detail,” jelas Budiyanto.

Sebelumnya, penolakan pengangkatan kembali Usep Rahman Salim selepas berakhirnya SK pengangkatan Direktur Utama PDAM Tirta Bhagasasi pertanggal 18 Agustus 2020, reaksi publik bermunculan. 

Publik menolak penambahan Usep sebagai Direktur Utama PDAM TB lantaran kinerjanya menjawab _jeblok_. 

Ketua Lembaga Rinjanikita, Irham Firdaus kepada wartawan menyampaikan secara terang-terangan penolakannya terhadap Usep sebagai Dirut PDAM TB. 

"Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja harus mengganti Usep Rahman Salim sebagai Dirut PDAM dengan segera membentuk Tim Pansel Pemilihan Direksi," tegasnya.

Irham penilaian beberapa indikator buruknya kinerja Dirut PDAM Tirta Bhagasasi adalah belum berhasil memberikan pelayanan prima kepada pelanggan dan hutang perusahaan yang diperkirakan mencapai Rp120 juta kepada pihak ketiga.

“Kalau ditinjau dari aspek kinerja, Usep seharusnya sudah dievaluasi untuk diganti sejak lama karena kinerja buruknya dalam memimpin perusahaan plat merah ini,” kata Irham.

Selain itu, berdasarkan Permendagri No. 2 Tahun 2007 dan PP No. 54 Tahun 2018, Dirut PDAM Tirta Bhagasasi Usep Rahman Salim sudah tidak mungkin untuk diangkat kembali.

Penolakan senada disampaikan Ketua LSM Benteng Bekasi Turangga Cakra Udaksana (baca: politika.co.id ›2020› Agustus ›15). 

LSM Benteng Bekasi bahkan meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan terhadap harta kekayaan Usep Rahman Salim.

Terpisah, koordinator Forum Pemuda Bekasi Raya (Fordasi Raya), Dadang Nurmawan menilai jajaran direksi kepemimpinan PDAM Usep sangat tidak pantas diperpanjang lantaran kinerjanya yang jauh dari kata yang memuaskan.

"Tak henti-hentinya pelanggan dirugikan dengan buruknya pelayanan PDAM Tirta Bhagasasi, meski mereka sudah dua periode" ”katanya.

Belum lama ini, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi dua warna, PMII dan GMNI menggeruduk kantor DPRD Kabupaten Bekasi, Jumat (18/09/2020).

Mahasiswa menuding pengangkatan Usep oleh Bupati Bekasi sebagai Dirut PDAM Tirta Bhagasasi mengesampingkan proses pengangkatan yang diamanahkan oleh Undang-undang. 

Dalam penyampaiannya di hadapan anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi yang menyatakan adanya operasi senyap untuk mengangkat kembali Usep menjadi Plt. Dirut PDAM Tirta Bhagasasi. 


Reporter: Aditya

Editor: Ek

 

Tidak ada komentar