Breaking News

Kegigihan Wulan Juwita Sari Sebagai Seorang Pengacara Perempuan, ini kisahnya

Kota Tasikmalaya - Qjabar.com

Menyukai/ketertarikan dengan topik-topik yang mengenai politik dan hukum yang baru duduk di Sekolah Dasar mungkin bisa dikatakan sangatlah jarang untuk seusianya,karena di usia yang baru tingkat sekolah dasar mungkin terlalu serius dalam hal itu.

Beda halnya dengan perempuan asal tasikmalaya ini,justru ia semenjak duduk dibangku Sekolah Dasar,ia sudah mulai tertarik dengan hal itu,bahkan selalu tertarik.Kita sebut saja namanya yaitu "Wulan Juwita Sari S.H."Hal ini diungkapkan kepada awak media pada hari Jum'at (21/08/2020)Tasikmalaya.(Alamat Jl.Bantarsari no.47 Kota Tasikmalaya)

Dari itu saya yakini bahwa itu adalah proses dari apa yang saya jalani.Menginjak Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas,saya memang mempunyai  cita-cita ingin menjadi Pengacara.Berdasarkan itu saya kemudian memutuskan kuliah mengambil jurusan hukum di Sekolah Tinggi Hukum Galunggung,dan mengambil PKPA Di STHG Galunggung bekerja sama dengan IKADIN dan PERADI.Ungkap Wulan.

"Ya..Setelah lulus sekolah,apa yang menjadi harapan pada waktu itu kini sudah diraih,itu juga tak lepas dari hasil kerja keras dan keyakinan yang mendorong sampai saya saat ini berada di posisi sebagai seorang pengacara perempuan".

Mengemban Sebagai Seorang Pengacara Perempuan kita dituntut untuk mempunyai mental Yang mumpuni,multi tasking Dan one man show serta disamping mengedepankan professional menjunjung Etika profesi Advokat dalam menjalankan tugas menangani perkara.Tetap sebagai kodrat perempuan hati nurani tidak dapat kita abaikan,Karena tidak jarang dalam perkara pidana ,"klien kita Yang Bela"adalah bisa Dikatakan pelaku atau tersangka pelaku kejahatan atau kekerasan terhadap perempuan Dan anak.Tetapi kembali lagi apa Yang saya katakan,disini saya tidak membenarkan atau membela pelaku kejahatan.Ya,,saya sepakat kalau memang terbukti bersalah Di persidangan atau pengadilan Yang wajib Di hukum.Akan tetapi serial tersangka pelaku kejahatan mempunyai hak hukum untuk dibela Karena hukum kita menganut asas praduga tidak bersalah atau presumption of innocent.

Maka dari itu.Sebagai Seorang Pengacara Perempuan harus bisa bersikap lebih dinamis flexibel,Karena memang dunia pengacara ini identik dengan dunia laki laki,tetapi walaupun stigma seperti itu sebagai perempuan masa kini sepanjang kita mempunyai hati nurani,kegigihan Dan merubah Pola pikir Dan Cara pandang kita Dan bisa beradaptasi dengan dunia pengacara itu sendiri saya yakin pasti bisa melewatinya dengan baik.Tandasnya.


Reporter:Janur.
Editor: Ek

Tidak ada komentar