Breaking News

H. Aam Daryana SH, Beserta Keluarganya Yang Mampu Bangun Masjid Assyidiq Untuk Kepentingan Umat Islam

Margahayu I Kabupaten Bandung, - Qjabar.com

H. Aam Daryana SH, merupakan seorang tokoh masyarakat juga sebagai Ketua LPM Desa Margahayu Selatan, beserta Keluarganya mampu melaksanakan pembangunan Masjid Assyidiq yang luasnya kurang lebih sekitar 15 Tumbak dibangun permanen, Masjid Assyidiq yang berlokasi di Jalan Sadangsari Rt02/12, Desa Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Hal ini dikatakan oleh H. Aam Daryana SH, saat memantau pelaksanaan pembangunan Masjid diwilayah Sadangsari, menurut H. Aam saya tidak akan bicara banyak, tetapi akan terus melakukan pengamalan, dan pembuktian, bukan hanya dengan kata - kata atau ucapan tetapi pelaksanaan yang harus dijalan, dan bukan keterangan yang harus didengarkan tetapi pelaksanaan kenyataan yang harus dilaksanakan.

Sebab sudah jelas baik dalam isi Al'Qur'an dan Al-Hadist sudah jelas diterangkan, semasa hidup kita harus, berzakat, bersodaqoh dan berimfaq, dikala kehidupan kita dikasih sama Yang Maha Kuasa, Harta yang berlimpah, tanah, Sawah dan mobil dimana - mana, namun semua itu hanya titipan Alloh, bahkan nyawa kita kepunyaan Alloh, dan bahasa ini untuk pribadi saya dan keluarga, mungkin kalau buat orang lain dikasih tahu seperti ini ada yang menerima dan tidak ada yang menerima, bahkan bisa - bisanya dibenci, dicaci bahkan dicemoohkan, kata orang pengen dipuji Kata orang sunda ( Hayang kapuji), sebab menurut H. Aam kata Puji (Kepunyaan) maka menurut H. Aam seharusnya yang di Puji dan di Puja hanyalah Allah Subhhannawata'la, dan ini sebagai sering tapi bukan menggurui, sebab mereka lebih pintar dari pada saya. " demikian ungkapnya.

Untuk itu mari kita bersama - sama saling ngreksi diri kita dihadapan Allah Subhhannawata'la, dimana harta, tahta, pangkat dan jabatan serta nyawa kita, semuanya kepunyaan Allah Subhhannawata'la, kita harus saling pada mengingatkan apalagi kita yang mayoritasnya Islam, jangan saling menyalahkan, merasa paling benar, tapi benar itu nanti Allah yang menghisabnya, yang terpenting saling koreksi, masukan dan pendapat, harus direnungkan, dipikirkan dan dijalankan, apakah sudah sesuai dengan tuntunan Al'Qur'an dan Al-Hadist, yang terpenting kita harus bisa melaksanakannya, mungkin tidak sekaligus tetapi lahan perlahan kita laksanakan sesuai dengan tuntunan yang Allah Subhhannawata'la keluarkan, yaitu Al'Qur'an dan Al - Hadist.


Reporter:(Tim)
Editor: Ek

Tidak ada komentar