Breaking News

Diduga Rusaknya Ekosistem Hutan Gunung Madati dan Gunung Sawal Akibat Para Oknum Perum Perhutani Ciamis

Kabupaten Ciamis. - Qjabar.com

Alam yang hijau juga pegunungan yang indah serta memberi manfaat buat kehidupan warga sekitarnya,tapi kini lain halnya yang di rasakan warga masyarakat sekitar gunung madati dan gunung sawal khususnya petani jadi dampak.

Adapun hutan dan kawasan Gunung Madati dan Gunung Sawal di Kabupaten Ciamis rusak ekosistemnya dikarenakan beragam faktor, salah satunya diduga karena ditanami pohon pinus oleh oknum pihak Perhutani Kabupaten Ciamis.

Juga menurut Nanang Permana S.H, selaku Ketua DPRD Kabupaten Ciamis saat berkunjung ke gunung Madati, mengatakan..' bahwa rusaknya ekosistem di gunung Madati dan sekitarnya disebabkan Orde Baru melalui Perhutani untuk menanam pohon Pinus di Hutan dan puncak gunung tersebut.'ungkapnya

Iapun menambahkan.'pada tahun 80an air di sekitar gunung Madati melimpah ruah, masyarakat tani tidak pernah kekurangan air,...'terang Nanang. (02/08/20).

Kemudian Perhutani pada tahun 80an menanami pohon-pohon pinus di hutan dan gunung mengakibatkan kurangnya air dan rusaknya ekosistem. Sehingga tidak ada bahan makanan untuk hewan hutan seperti macan, kijang, monyet dan babi.

“Pohon pinus seluruhnya mengandung lilin, jika daun pinus jatuh ke tanah, maka daun pinus akan menyatu dan bersenyawa dengan tanah setelah 2,5 tahun,” Kata Nanang Permana kepada masyarakat tani di sekitar gunung madati.

“Artinya jika hujan airnya tidak sampai ke tanah, ketika kemarau, langsung kering sebab tidak ada simpanan air nyusut,” sambungnya.

Lanjutnya Nanang mengatakan, tahun 80an Embung yang berada di sekitar gunung madati tidak pernah kekeringan air dan hewan liar pun tidak pernah turun gunung untuk merusak dan memakan tanaman para petani.

“Kebijakan pemerintah Orde Baru melalui Perhutani tahun 80 itu, menanam Pinus di Puncak-puncak gunung seperti gunung Madati gunung Sawal ini adalah kebijakan salah, kebijakan yang sengaja mau merusak ekosistem, merusak rantai makan,” jelasnya

“Sebab begini, di bawah pohon pinus itu tidak mungkin ada rumput yang bisa dimakan kijang, kancil dan buah pinusnya tidak bisa di makan monyet,” ungkapnya

Masyarakat tani di sekitar gunung madati mengatakan Gegara pohon pinus Masyarakat hanya medapatkan kekekeringan, yang diuntungkan hanyalah perhutani.

“Gegara pohon pinus masyarakat mendapatkan apa? Dapat kekeringan, yang di untungkan siapa? Jelas perhutani,” ucap Masyarakat Tani sekitar gunung madati.


Reporter: Asdi
Editor: Ek

Tidak ada komentar