Breaking News

Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Lakukan Penyerahan SK Guru Non-PNS Secara Simbolis

Kota Bandung - Qjabar.com
Sebanyak 1.461 guru non-Pegawai Negeri Sipil (non-PNS) yang disetujui pendidik menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Nomor: 896 / Kep.379-Disdik / 2020 tentang Penugasan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil ( PNS di Sekolah Menengah Atas (Sekolah Menengah Atas), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Jabar.
Penyerahan SK dilakukan oleh simbolis oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada enam perwakilan guru di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/7/20). 
Dengan ditetapkannya SK tersebut, 1.461 guru non-PNS berhak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp1,5 juta per bulan. Selain itu, mereka mendapatkan honorarium sebesar Rp 2.040.000 per bulan sejak 2017 lalu dari APBD Provinsi Jabar.
Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, Jabar menjadi provinsi pertama yang menyetujui SK tentang penugasan guru non-PNS yang disetujui pendidik. 
“Saya tugaskan Kepala Dinas Pendidikan (Jabar) untuk mempercepat pelaksanaan terkait SK penetapan ini. Karena saya paham ini ditunggu-tunggu (para guru), karena se-Indonesia belum ada yang menerima SK. Kita Jabar Juara, jangan melama-lamakan hajat hidup orang banyak, ”kata Kang Emil.
“Hal ini menjadi percontohan. Melalui SK ini, per bulan Alhamdulillah ada tambahan Rp 1,5 juta yang bisa dimanfaatkan luar biasa untuk kesejahteraan melengkapi Rp 2.040.000,00 dari APBD provinsi, ”imbuhnya. 
Menurut Kang Emil, sebelum SK ditetapkan, 1.461 guru non-PNS guru non-PNS lebih dulu menguji tes, seleksi, serta pendidikan dan pelatihan (diklat) Pendidikan Profesi Guru (PPG). 
"Ini perjuangan yang sangat panjang untuk guru-guru non-PNS untuk mendapatkan kesejahteraan, cuman persyaratannya sangat berat," ucapnya. "Karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat berhasil menjadi salah satu provinsi yang pertama yang menyelesaikan persyaratan itu, sehingga guru-guru non-PNS ini bisa mendapatkan tambahan per bulan secara rutin," tambahnya. 
Kang Emil berpesan kepada guru non-PNS di Jabar untuk setuju dengan tantangan zaman. Khususnya di tengah pandemi COVID-19, guru mesti berinovasi dalam generasi yang memiliki daya saing, tangguh, dan bertahan. 
“Yang harus kita selamatkan adalah generasi setelah COVID-19 melalui pendidikan. Mereka harus menjadi generasi-generasi yang lebih tangguh, lebih digital, lebih bertahan kemampuannya, ”katanya. 
“Saya titip guru-gurunya juga harus menyesuaikan, harus jago internet. Karena tugasnya tidak hanya tugas mendidik akal, tetapi juga melatih akhlak, fisik, dan juga spiritualnya. Mudah-naik dengan kenaikannya, ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan, ”tambahnya. 
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan, penetapan SK tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS di Jabar. Menurut ia, guru Non-PNS seharusnya memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan profesi guru dari APBN, tetapi harus ada penetapan SK kepala daerah.
“Sesuai dengan Peraturan Mendikbud, mereka sebenarnya sudah memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan profesi guru dari APBN. Hanya tunjangan profesi guru yang harus ditunjang dan didukung oleh penetapan surat keputusan kepala daerah tentang penetapan tujuan mereka melakukan kegiatan belajar mengajar di provinsi Jawa Barat, ”papar Dedi.
“Maka hari ini menjadi bersejarah. Selamat untuk 1.461 guru honorer non-PNS. Dan mengapa Jawa Barat bisa seperti ini? Karena ini adalah Juara Lahir Jawa Barat dan Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi, ”imbuhnya. 
Salah satu guru penerima SK, Rizki Safari Rahmat, mengatakan, penetapan SK Gubernur Jabar menjadi satu-satunya harapan guru non-PNS untuk mendapatkan tambahan percakapan. 
"Ini hanya satu-satunya harapan tambahan disamping kehormatan daerah yang diperoleh Rp 2.040.000 dan rasa syukur juga guru-guru honorer yang telah berjuang melalui proses sampai kami dapat lulus pendidikan profesi guru," kata Rizki. 
“Perjuangannya itu kami bermitra dengan DPRD Jawa Barat, FAGI, PGRI, media, dan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk medesak mengeluarkan SK Gubernur. Dan setelah pemberkasannya terus kami kawal, ”tambahnya. 

Rrporter:Aditya
Editor: Ek
Sumber: Humas

Tidak ada komentar