Breaking News

Desa Sukadana: Diduga Perintah Kades, BLT Dana Desa Di Sunat Sebesar Rp.400.000

Pagerageung I Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Bantuan langsung tunai dana desa (BLTDD) tahap kedua, sudah bagikan yang melalui desa, terutama dalam menyikapi dampak ekonomi adanya Covid-19. Beberapa waktu lalu. Sabtu 01 Agustus 2020.

Tetapi ada kejanggalan dan tidak nyampai semuanya kepada pihak penerima manpaat, di desa Sukadana kecamatan pagerageung, bahkan ada dugaan dana yang sebesar Rp.600.000 (Enam ratus ribu rupiah) di potong sebesar Rp. 400.000 (Empat ratus ribu rupaih) dan di bagikan sebesar Rp.200.000 (Dua ratus ribu rupiah) di bagi rata , dengan alasan untuk yang belum mendapatkan, "katanya.

Sementara dana yang harus di berikan sebesar Rp.600.000 (Enam ratus ribu rupiah) kepada masyarakat .

Inisial (A) menjelaskan,"kami selaku penerima manpaat dari dana BLT DD, merasa kaget karna dana tersebut di potong langsung oleh pihak kedusunan sebesar Rp.400.000 (Empat ratus ribu rupiah) dengan alasan buat yang belum kebagian, "jelasnya.

'Kami terima BLT hanya Rp.200.000 (Dua ratus ribu rupiah) saja, "ujar inisial (A) selaku sumber dan penerima manpaat saat di pinta keterangan di lokasi kampung Ambarayah.

Di bulan sebelumnya kita terima pul, tidak ada potongan namun untuk yang sekarang tidak pul, "katanya.

Menyikapi adanya potongan tersebut pihak kepunduhan ada dugaan (Praduga) intruksi dari pihak  desa..?

Sementara kepala desa Sukadana Aang Kusniadi menjelaskan, "dengan adanya potongan kita akan kumpulkan pengurusnya baik kepunuhan juga penerima BLT DD, karna pembagian itu hasil musyawarah serta mupakat, "ujar Aang saat di pinta keterangan melalui No. 08212437xxxx Whats app nya .

Seharusnya pihak kepala desa harus tegas berikan aturan, jangan sampai proram BLT DD tidak tepat sasaran , apalagi ada potongan, bahkan seharusnya pihak desa mengajukan lagi, bagi warga nya yang belum mendapatkan, jangan melakukan pemotongan.

Pihak Qjabar akan kompirmasi dan menindak lanjuti untuk minta keterangan ke pihak Camat pagerageung dan dinas terkait, karna diduga sudah menyalahi aturan, "pangkasnya.


Reporter: Aditya/Hb
Editor: Ek

Tidak ada komentar