Breaking News

Terkuak 36 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Siswi SMPN6 dilakukan Hari Ini

Mangkubumi I Kota Tasikmalaya - Qjabar.com

Satreskrim Polresta Tasikmalaya Kota menggelar reka ulang (rekonstruksi) atas kasus pembunuhan terhadap siswa SMPN6 Kota Tasikmalaya Delis (13)Desa Linggajaya Kecamatan Mangkubumi  Kota Tasikmalaya pada, Kamis (10/3/2020).

Budi Rahmat  (45)Ayah Kota tersangka tunggal dalam reka ulang itu memperagakan 36 adegan, mulai dari pertemuan antara tersangka dengan korban, menghabisi nyawa korban dengan cara di cekik dirumah kosong di jalan Laswi Kecamatan Tawang hingga membonceng korban menuju jalan Cilembang Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung saat korban dimasukan kedalam gorong-gorong yang berdiameter 40cm. 

“Dalam reka ulang diperagakan sebanyak tiga puluh enam adegan guna melengkapi berita acara penyidikan untuk mendapatkan kejelasan,” jelas Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP.Anom Karibianto SIK pada awak media, Kamis (12/3/2020).

Proses reka ulang itu sempat menjadi tontonan warga. Ratusan warga memadati lokasi pembunuhan tersebut. Polres Tasikmalaya Kota telah telah mengantisipasi kemungkinan itu dengan dengan menyiagakan ratusan personel dari Sabhara yang didukung dari anggota TNI.

“Kegiatan reka ulang berjalan lancar dan pengamanan yang telah disiapkan ratusan personel di lokasi tempat reka ulang,” paparnya.
Terkuaknya kejadian pembunuhan tersebut diawali dengan penemuan mayat pada hari 
Senin 27 Januari  sekitar pukul 14.15 sore di depan sekolah SMPN6 jalan Cilembang Kecamatan Cihideung. 

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto, S.Ik., 
menambahkan,reka ulang ini dilaksanakan untuk melengkapi pemeriksaan kami terkait dengan tindakan kasus pembunuhan dengan tersangka BR yang merupakan ayah kandung korban."Alhamdulillah, rekonstruksi berjalan dengan aman dan lancar. Dan ini bertujuan untuk mencocokkan berita acara dari saksi, keterangan saksi, keterangan tersangka, dengan bukti-bukti yang kita dapat, kita sesuaikan dengan apa yang terjadi di lapangan."Tambahnya.

Sementara Ibu  korban
meminta di hukum seberat-beratnya hukuman mati saja.
mengetahui bahwa korban membutuhkan uang yang mendesak untuk study tour
namun tidak mengetahui bahwa korban meminta kepada ayahnya dan ayahnya menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan korban sebesar 400rb.

Ada 36 adegan baik di TKP rumah kosong dan di SMP 6 ini, dan semua sesuai antara apa yang diutarakan saksi maupun tersangka, dengan apa yang ada di lapangan. 

Motif yang dilakukan tersangka sesuai dengan apa yang diungkapkan dalam berita acara, memang korban meminta uang sebesar 400 rb kepada tersangka. Namun, karena tidak memenuhi jumlah uang yang diharapkan korban, maka terjadi cekcok mulut hingga akhirnya terjadi penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa korban.

temuan baru pihak kepolisian yakni mencocokkan antara apa yang diungkapkan dalam berita acara dan di TKP, bahwa menemukan fakta baru ternyata ada jeda antara tersangka membekap dan pada saat menghilang nyawa korban dengan mencekik, sebenarnya ada kesempatan untuk tidak melakukan perbuatan tersebut.

Untuk itu kita tambahkan pasalnya menjadi pasal 340 atau pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Pihaknya juga sudah melakukan tes psikologi oleh ahlinya dan hasil yang diberikan kepada kami bahwa yang bersangkutan yakni tersangka BR dalam keadaan normal.


Jurnalis (dan)
Editor: Ek

Tidak ada komentar