Breaking News

DD Tahap III, Diduga Ada Penyalahgunaan Pembangunan Jalan Cor, Didusun Cisaar Desa Kertahayu Pamarican

Pamarican I Kab. Ciamis - Qjabar.com

Akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait , sehingga adanya dugaan penyalah gunaan anggaran, pekerjaan pembangunan jalan cor Dusun Cisaar Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis terkesan membodohi Warga. Selasa lalu (25/2/20).

Masyarakat dusun ci saar Desa kertahayu kecamatan pamarican yang ga mau di sebutkan nama nya, dia mengatakan ada kecurigaan program dana desa di dusun ci saar di borongkan karena HOK yang di bayarkan ke warga sekaligus tukang juga selama 3 hari cuma di bayar Rp 46.000, dan satu (1) hari swadaya. Masyarakat mengatakan dugaannya ke pihak media sedangkan aturan nya program DD untuk HOK BDT warga pun sudah tua.

Wargapun mempertanyakan jalan rabat beton dusun ci saar apa betul di borongkan. Rp 2.730.000 ke Rt 08 setempat, di akuinya oleh pak Rt 08 katanya yang menyuruh Kepala dusun, pekerjaan selama 4 hari, yang 1 hari di swadayakan berarti yang di bayar cuma 3 hari dan yang membayar pekerjaan itu oleh ketua Rt 08 setelah selesai pengerjaan di amplopin lalu di anterin ke rumah masing-masing warga yang ikut kerja di bayar nya pun cuma Rp 46.000 selama 3 hari, adapun buat konsumsi di tarik Rp 20.000 per KK untuk makan warga yang kerja.

Hasil existensi di lapangan, ada dugaan anggaran dana desa (DD) Tahap III tahun 2019 di sunat oleh perangkat desa salahsatunya ketua TPK/PPK Kepala Dusun Cisaar inisial (TR) bahkan kepala Desa pun mengakui pengerjaan nya pun di serahkan ke ketua RT 08 oleh ketua TPK kadus (TR) untuk mengelola kegiatan di lapangan biaya langsiran matrial nya pun motong juga dari anggaran HOK buat pekerja, "ucap kades.

Ketua Rt 08 saat di komfirmasi menjelaskan sejauh mana program dana desa (DD) tahap III thn 2019 di terapkan soalnya ada keluahan dari masyarakat, ketua RT 08 pun mengatakan, bahwa dana desa (DD) tahap III Di borongkan di dusun ci saar desa Kertahayu kecamatan pamarican sebesar Rp 2.730.000 ribu ke masyarakat saya juga di suruh oleh Tpk desa, kata ketua Rt 08 ke awak media waktu konfirmasi di rumah nya.

Rabu lalu tanggal 26/02/2020 jam 11:30 wib. Tim media mendatangi ke kantor Desa Kertahayu kebetulan kepala desa kertahayu Iryan Budiana ada di kantor desa beserta Kasi Kesra juga Ekbang Dede Rusmana .

Saat di komfirmasi terkait dana desa (DD)tahap III tahun 2019 yang di tuduh warga ke kepala desa Iryan Budiana dan kasi kesra Dede rusmana mengakui biaya langsir daru HOK program dana desa tahap III tahun 2019, seolah begitu di borongkan tapi yang mengtur RT itu udah sepakat, "ucap kades.

“Dan ada dugaan penyalah gunaan anggaran yang di terapkan Ekbng menyangkal di Dusun Cisaar Rt 08 Rw 02 untuk jalan rabat beton P. 210 mx1 mx10 cm, anggaran Rp 39.797000 ribu Dari H.O.K yang seharusnya Rp 70.000 ribu sehari per orang ini malah untuk keseluruhan yang kerja sehari, padahal ada 14 orang 1 hari nya di kerjakan warga keridan yang seharusnya ada upah dari HOK tersebut tapi kita kemblikan lagi ke pak kades itu sesuai SPJ di RAB.

Menurut Kesra Dede Rusmana itu seharusnya di bayar nya Rp 70.000 malahan lebih dari 14 orang pekerja sehari yang kerja, itu sudah aturan dan kesepakatan masyarakat, dan itu kembali lagi ke pak Kades, "kata Dede Rusmana

Kepala desa Iryan Budiana menambahkan, "betul kalau untuk HOK kami potong Buat Langsir matrial, kan lokasi harus ada yang melangsir satu Damtruknya untuk langsir 300 ribu x 4 dan itupun harus kami kroscek dulu ke pak Rt apa betul di kasih Rp 46.000 kan jelas kata kesra Rp.70.000 per orang, mungkin pak Rt ingin membagi rata semua warga, "ucap kades.

Terpisah,  "berarti kalau seperti itu tidak sesuai apa yang telah di cantumkan di peraturan program DD (dana desa )tentang BDT (basis data terpadu) masyarakat pun jadi pertanyaan apa kah memang itu aturan yang di terapkan khususnya di pemerintahan Desa kertahayu kecamatan Pamarican, selalu ada sistem di borongkan gimana untuk laporan SPJ nya, kalau cara kepala desa seperti itu bicarapun sudah tidak karuan "ucapnya selaku Warga yang enggan di sebutkan namanya.

Jurnalis.(SZ)
Editor: Ek

Tidak ada komentar