Breaking News

Oknum Guru SMP Negeri 1 Padaherang Diduga Tampar Empat Siswa

Kab. Pangandaran - Qjabar.com

Berawal dari kenakalan siswa yang kerap bolos dan diduga  tidak mengikuti pelajaran dan sering kabur di jam belajar.seperti yg di lakukan 4 (empat) siswa di smpn 1 Padaherang kecamatan Padaherang kabupaten Pangandaran senin 4/2/2020.

Siswa yang diduga kabur dari sekolah inisial (CD), (RK), (KV),(IS), ke 4 (empat) siswa tersebut  kompak kabur meninggalkan pelajaran alhasil kelakuan dan keberadaan mereka di ketahui oleh wali kelas dan guru olah raga, karena ada informasi bahwa ke empat siswa SMP Negeri 1 Padaherang ada di lingkungan SDN 2 Karangmulya kecamatan Padaherang. Kedua guru tersebut pun bergegas menuju ke SDN 2 Karangmulya untuk menjemput ke 4 siswa tersebut. 

Setelah ketemu di tempat dimana berada siswa tersebut lalu di beri arahan dan binaan, namun entah kenapa dari salasatu yang menjemput ke 4 siswa tersebut inisial ARM guru olah raga/Kesiswaan melayangkan tangannya dan menampar ke 4 siswa bahkan setelah melakukan pemukulan ke empat siswa tersebut ARM mengeluarkan surat pengunduran diri ke empat siswanya tersebut.

Pihak Oknum Guru SMP Negeri  1 Padaherang dan kepala sekolah mencoba melakukan mediasi untuk proses perdamaian.

"Pihak orang tua siswa yang di dampingi ketua Lembaga Pemantau Anggaran Publik (LPAP) Dpc Kabupaten Pangandaran Gus Hendra sehingga ada kordinasi antara pelaku dan orang tua siswa ahirnya permasalhan tidak dibawa ke ranah hukum.

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi. Yang pasti pertemuan guru, siswa dan orang tua. Untuk dua orang tua siswa sudah memaafkan atas kejadian itu, sedangkan dua orang tua siswa tidak hadir," kata ketua LPAP.

Ketika musyawarah ARM mengatakan saya memang salah, di akui saya telah menampar ke empat siswa itu. Saya melakukan semata tidak ada niatan menganiaya namun hanya sekedar ngasih efek jera terhadap murid supaya tidak terulang lagi di kemudian hari, dan tindakan saya pun di luar institusi kelembagaan SMP Negeri 1 padaherang itu murni kesalahan saya pribadi di ungkapkan di waktu musyawarah menurut yang orang tua siswa dan yang mendampingi.

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang pasti pertemuan guru, siswa dan orang tua. Untuk dua orang tua siswa sudah memaafkan atas kejadian itu, sedangkan dua orang tua siswa tidak hadir," kata ketua LPAP. 

Pertemuan tersebut menindaklanjuti laporan siswa yang mengaku dipukul oleh gurunya. Siswa melaporkan peristiwa yang dialaminya ke orang tuanya dan membawa surat pengunduran siswa dari sekolah SMP Negeri 1 Padaherang yang sepihak.

"Hari ini orang tua yang di dampingi Gus Hendra  sudah datang ke sekolah di pertemukan oknum Guru pelaku pemukulan bersama orang tua murid," ungkapnya.

Terkait penyebab, pemukulan siswa ARM enggan menjelaskan secara detail dan di liput wartawan alasan tidak perlu karena udah beres islah dengan orang nya siswa ucap ARM sambil mengatakan saya juga Wartawan dari salahsatu media di Ciamis.

Bersambung Tanggapan Kepala sekolah dan dinas Pendidikan Pangandaran.


Jurnalis(SZ)
Editor: Ek

Tidak ada komentar