Breaking News

Para Buruh Bangunan Proyek Ruko Dikawasan Wisata Galunggung Tuntut Upah Kerja

Sukaratu I Kab. Tasikmalaya - Qjabar.com

Pengerjaan proyek bangunan ruko yang berada di kawasan wisata Gunung Galunggung dari mulai pembenahan area hingga sekarang selesai dikerjakan dan mencapai hampir 100%. 

Namun demikian sangat disayangkan seiring hampir beresnya pengerjaan bangunan ruko yang hanya tinggal finishing sekarang menyisakan polemik bagi para pekerja buruh bangunan tersebut yang merasa hak upah nya hingga saat ini belum dibayarkan oleh pihak pemborong yaitu  CV Tidar Cita Cemerlang.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler salah satu pekerja buruh bangunan mengatakan bahwa sampai saat ini sekitar 15 orang sampai 20 orang pekerja bangunan yang dibagi 4 grup upahnya belum dibayar sama sekali selama hampir 1 bulan,ucapnya. Kamis 16/01/2020

"sengaja hari ini saya mendatangi pihak perusahaan karena sudah menjanjikan bahwa upah kami tanggal 15 Januari 2020 akan dibayar pihak pemborong akan tetapi sampai saat ini belum ada kabar sama sekali".

Dirinya juga menjelaskan kalau tuntutan yang para buruh bangunan sampaikan ke pihak perusahaan tentang upah tidak mendapat respon, malahan pihak perusahaan malah menyuruh kami untuk menghubungi pihak tim pelaksana lapangan dan menyebutkan bahwasannya pihak perusahaan atau pemborong sudah ada perjanjian dengan pihak tim pelaksana tetapi tidak ada perjanjian tertulis. Jelasnya. 

"jujur kami sangat kecewa dengan keputusan itu dan kami mengakui memang kami tidak ada perjanjian tertulis dalam pekerjaan bangunan ruko di kawasan wisata Galunggung tersebut, malahan untuk masalah material itu beda dengan upah ataupun ada biaya BOP yang membengkak akan tetapi alangkah baiknya pihak perusahaan bisa secepatnya merealisasikan upah kami bukan menjelaskan ke sana kemari yang kesannya pihak perusahaan tidak mau rugi " tegasnya. 

Kami berharap sama pihak perusahaan agar secepatnya upah yang sudah menjadi hak kami selaku buruh bangunan dapat dibayar karena pekerjaan sudah beres dan untuk masalah utang piutang material itu bukan urusan kami. Ungkapnya.  


Jurnalis.(Win-Mar)
Editor: Ek

Tidak ada komentar