Breaking News

LSM Centra Indonesia Angkat Bicara Maraknya Bank Emo

Cikoneng I Kab.Ciamis - Qjabar.com
   
Warga Masyarakat Pedesaan tentunya sudah tidak asing dengan istilah Bank Emo,Bank Keliling atau biasa disebut Rentenir. Biasanya gencar memberikan “pinjaman tunai ”. Faktanya, Bank Emo ternyata masih banyak diminati oleh masyarakat dan hal itu sudah membudaya, meskipun hal tersebut nantinya akan sangat merugikan baik negara maupun masyarakat itu sendiri. Banyak keluhan mengenai Bank Emo atau sebut saja rentenir khususnya masalah tenggat waktu bayar dan jumlah bunga selangit.

Rentenir atau Bank Emo secara tidak langsung telah merugikan negara. Seperti halnya disampaikan Ketua LSM Centra Indonesia Asep Herdis,S.H kepada Qjabar menuturkan, "sebenarnya skema pemberian pinjaman sistem rentenir itu sangat merugikan negara karena bersifat kapitalis, di mana para pemodal akan berkuasa untuk menindas masyarakat kecil dan masyarakat biasanya juga cenderung terhalang untuk mendapatkan akses bank secara langsung akibat pendekatan intensif dari rentenir ke masyarakat langsung. Senin 13/01/2020.

Maka biasanya hanya orang yang kepepet yang menggadaikan aset atau surat berharganya ke rentenir. Meskipun begitu, sebenarnya jika masyarakat paham, maka pegadaian, Badan Usaha Desa dan BMUN akan jauh lebih baik dari pada harus menggadaikan surat berharga di perusahaan dadakan ini.

Asep Herdis,S.H menambahkan, "dirinya sangat mengecam dan menolak keras keberadaan Bank Emo atau Bank Keliling yang menjajakan usaha Pinjaman uang dimasyarakat, lebih tegasnya Asep Herdis mengajak semua elemen masyarakat guna menghentikan dan memutus mata rantai Bank Emo tersebut, tinggal kesiapan,kesadaran dan keperdulian pihak pemerintah serta penegak hukum guna bersama melawan Bank Emo tersebut. Upaya tersebut bisa dilakukan pemkab Ciamis melalui Dinas terkait guna mendata serta mengevaluasi Izin Operasional Bank Emo tersebut,secara administrasi dan kelengkapan ijin usahanya, "paparnya

Lebih lanjut Asep Herdis, "akan melakukan upaya hukum dan bertindak sesuai aturan manakala Bank Emo tersebut melakukan intimidasi ataupun tekanan terhadap masyarakat atau si peminjam. Sebab tidak sedikit akibat kesemena-menaan mereka banyak warga masyarakat yang jatuh miskin dan hidup dalam penderitaan.Pasalnya, menurut Dia akhir-akhir ini banyak warga masyarakat yang mengeluhkan dan mengadu tentang keberadaan Bank Emo atapun rentenir yang membuat resah. "Pungkas Asep Herdis.


Jurnalis.(Didi)
Editor: Ek

Tidak ada komentar