Breaking News

Bupati Kab. Bandung Berikan Uang Kadeudeuh Untuk Atlit Berprestasi

Kab Bandung - Qjabar.com 

Dari kegiatan  rapat tahunan Anggota KONI sekaligus Penyerahan uang  Kadeudeuh bagi atlit dan Pelatih Berprestasi Kabupaten Bandung,yang berlangsung di  Hotel Sutan Raja, Kamis (23/1/2020).

Pemerintah kabupaten Mamberikan uang Kadeudeuh sekaligus Penghargaan bagi atlit ya yang berprestasi pada  ajang SEA GAMES 2019 di Filipina. 8 atlit peraih medali dan 3 pelatih yang mendapat Kadeudeuh dari Pemerintah Kabupaten Bandung .

Atlit yang mendapat Kadeudeuh dan penghargaan, diantaranya, Windi Cantika Aisyah, cabang angkat besi Putri kelas 46 kg dengan meraih emas,  Tsabita Alfiah R. Cabang angkat besi,kelas 64 kg, peraih medali perunggu,  Septianti Defi.H,  medali emas, Fabriah Nurbayan cabang dayung, medali emas,  Made Agung Dwi Cahya, Ardana polo air, medali emas,.Sandi Firmansyah, cabang karate, peraih perunggu,. Dian Purnawan,cabang dayung, peraih emas. 

Sementara kadeudeuh dan piagam penghargaan  di berikan  kepada 3 pelatih, masing -masing  kepada  M.Suryadi pelatih cabang dayung, Jajang Supriatna, pelatih  cabang angkat Besi, Gono Sumargono, pelatih cabang Sofball .
Pemberian uang kedeudeuh tersebut selain sebagai ungkapan syukur, juga sebagai sufirt dan  motivasi kepada insan atlit agar lebih prestasi.

Sementara pada rapat anggota KONI kabupaten Bandung  sendiri diikuti oleh 43 Cabang olah raga. 

Bupati Bandung, H.Dadang.M.Naser, SH.SIP.MIP, menyampaikan,  atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih dan bangga atas prestasi yang telah di raih pada SEA Game Filipina. Menurut Dadang Naser , Olah raga merupakan bagian alat diplomasi dunia yang bisa mengharumkan nama bangsa.

Keberadaan Stadion Sijalak Harupat sebagi daya dukung pada bidang olah raga di kabupaten Bandung, diinginkan kabupaten Bandung bisa menjadi  pusat olah raga, menjadi civitas cabang olah raga bertaraf internasional. Komunitas dan sinergitas agar ditingkatkan untuk lebih mendorong pada prestasi atlit 

"Atlit kabupaten  Bandung cabang Angkat besi dan Dayung selalu berprestasi. Tetapi harus ada kecerdikan dalam mendorong cabang lain  , dalam hal ini KONI dituntut agar lebih meningkatkan pada program pengembangan di beberapa cabang olah raga, terutama dalam mencari bibit - bibit atlit berkualitas", kata Dadang Naser.

Dadang.M.Naser pun  tidak mengharapkan, atlit berprestasi Kabupaten Bandung  di jual ke daerah lain.  Apalagi atlit juara satu dan dua ,di harapkan tidak di jual.

Pada rapat KONI kabupaten Bandung, Dadang M.Naser menngarapkan,  rapat tahunan  KONI Kabupaten Bandung ini dapat menghasilkan Program yang berkualitas demi mengangkat prestasi oleh raga Kabupaten Bandung. Selain sebagai persiapan menghadapi PON papua, sehingga  KONI kabupaten Bandung bisa kuat, berfungsi dengan melakukan pembinaan, untuk SDM yang unggul pada atlit. 

Sementara itu Ketua Umum KONI kabupaten Bandung, H.Herda M.Gani menyampaikan,  rapat merupakan agenda rutin, selain pemberian kadeudeuh bagi 6 peraih medali emas.

" Ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah dan tanda  tidak menelantarkan atlit, tetapi tetap mensufort dan melakukan membina, serta bentuk  penggunaan dana yang akurat dan saya mengharapkan kepada atlit tidak melihat jumlah uang Kadeudeuh ya", Katanya

Di katakan Herda M.Gani, kekompakan kebersamaan bagi insan KONI harus tetap terpelihara. Cabor yang berhasil di tentukan hari ini untuk di ikutkan pada PORDA.sebab
Porda adalah tahan menuju PON 2020, Tetapi KONI kabupaten Bandung sudah mempersiapkannya.

Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin SE.MM.
Prestasi adalah salah satu sasaran dari hasil pembinaan. Olah raga harus dibangun.
Pemilik otoritas sarana olah raga adalah perusahaan, dalam hal ini KONI kabupaten Bandung.

SJH harus di pelihara dan dikembangkan. Salah satunya adalah pelatda, sinkronisasi dari beberapa daerah. Dan pelatda dilakukan dengan saling memahami. Sebab pengusaha selama ini belum bisa menjadi daya tarik selama ini. 

Dalam hal pembinaan atlit, yang berkualitas tujuan utama yang di cari dan dicapai, bukan secara kuantitas, dan kedepan tidak ada lagi yang namanya mutasi atlit. 


Jurnalis.(Yun.s)
Editor: Ek

Tidak ada komentar