Breaking News

Sosok Mayat Pria dalam Mobil Gegerkan Warga Kadipaten

Kadipaten I Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Diketahui Korban bernama IN, Pekerjaan PNS Kepala Sekolah SD Sukaresik, dan beralamat alamat Kampung Sukapancar Rt 01/01 Desa Sukapancar Kab Tasikmalaya ditemukan  dengan seorang Laki Laki sudah meninggal didalam mobil avanza warna hitam dengan plat nomor D-1469-ACU.Di jalan Raya Pamoyanan Kampung Tagog Rt02/Rw07 Desa Pamoyanan Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya. Rabu (04/12/2019).

Sekretaris Desa (Sekdes) Pamoyanan, Ery Ahmad mengatakan, penemuan laki-laki meninggal dalam mobil itu sekitar pukul 16.12 WIB,saat itu dirinya mendapat informasi dari Ketua RT dan Kepala Dusun bahwa ada mobil yang terparkir sejak Selasa (3/12) sore.

Namun, terang dia, hingga ditemukan kondisi mesin mobil terus menyala. Karena curiga, akhirnya Ketua RT dan Kepala Dusun mencoba memeriksa kendaraan tersebut. Dari seluruh pintu mobil, ada salah satu pintu yang tidak terkunci.

Beber dia, ketika pintu itu dibuka teryata di dalam mobil terdapat seorang pria yang seperti sedang tidur. Namun, saat dibangunkan, tak bangun-bangun dan ternyata sudah tak bernyawa."Kondisi mayat sudah membiru, berada di jok tengah. Namun, tak duduk di atas jok. Kondisi mayat terlihat layaknya orang tidur. Diduga korban meninggal sejak kemarin, karena mobil itu terparkir sejak kemarin,”paparnya.
Posisi korban pada saat ditemukan berada di jok tengan dengan posisi jongkok dengan kepala mengarah ke belakang (behadapan dengan kursi) dan dengan keadaan tanpa menggunakan celana (telanjanng),pada jok depan terdapat celana panjang dancelana dalam korban serta ditemukan tisu bekas lipstik serta ditemukan manik-manik.

Bahwa hasil pemeriksaan luar pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas kekerasan, Pada saat ditemukan kondisi kendaraan dalam keadaan menyala dan ac dalam kondisi hidup, Berdasarkan keterangan keluarga korban bahwa korban keluar rumah pada hari selasa untuk melaksanakan rapat dan pergi ke Bandung, Bahwa kelurga korban menolak dilakukan autopsi, dan sudah menerima sebagai musibah.

Jurnalis (dan)
Editor: Ek

Tidak ada komentar