Breaking News

Seorang Kontraktor Diduga Arogan, Menjegal Melecehkan Awak Media di Kabupaten Ciamis

Kab.Ciamis - Qjabar.com

Sikap Arogan yang dilontarkan oleh
Salah satu kontraktor kepada wartawan saat mencoba menggali Informasi mengenai Pemeliharaan Jembatan Hamaro Desa Panyingkiran Ruas Jalan Nagrak Pawidan, Kecamatan Ciamis. Aksi serendah itu ,seorang kontraktor proyek di ciamis jawabarat,yang tidak pantas di ucapkan kepada media cetak lintas pena edis Rusman jum,at lalu. Senin 02 Desember 2019

Edis Rusman sebagai jurnalis media cetak harian di Jabar diduga telah mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan di caci dan dimaki dari seorang kontraktor CV mutiara Selatan bernama lili sebagai Dirut nya,di saat akan meliput terkait proyek pemeliharaan jembatan yang di kerjakan oleh kontraktor tersebut pada hari Jumat (29/11/2019).

Lili sebagai Dirut utama CV mutiara Selatan yang menangani pekerjaan pemeliharaan jembatan di daerah pamidan kecamatan ciamis kabupaten Ciamis ,Jabar.yang bernilai Rp 44 juta,dengan pelaksanan kontrak kerja 75 hari yang menggunakan dana dari APBD kabupaten Ciamis,tak sepantasnya nya berkata kata yang tidak pantas  harus di ucapkan seorang kontraktor yang berpendidikan ke pada awak media, yang lagi bertugas dan tupoksinya seorang jurnalis terkait pogram pemerintah.

Menanggapi laporan tidak terpuji tersebut pinpinan perusahaan (skh)Edisrusman, redi Mulyadi mengecam keras terhadap sikap seorang kontraktor lili.

Menurutnya,jurnalis sudah jelas dalam  melaksanakan kerja ke jurnalisan itu di lindungi oleh undang undang (UU) no 40 tahun 1999 tentang pers,dan (UU)14 thn 2018 tentang keterbukaan impormasi publik(KIP).
Dan dalam menjalankan tugas nya jurnalis berpedoman pada kode etik jurnalis(kEJ) apalagi terkait dalam liputan menyangkut sosial kontrol pablik.

Kenapa begitu arogan,padahal awK media sudah minta ijin untuk memotret /mengambil gambar saja, tapi sikap prilakunya kontraktor tidak boleh untuk mengambil gambar pekerjaan itu dan mengucapkan kata kata kurang pantas di ucapkan.

Di sisi lain ,edis Rusman mengatakan akan tindak lanjut menempuh jalur hukum yang berlaku di negara kita ini menyangkut tidak menyenangkan dari kontraktor lili tersebut.

"Saya merasa di lecehkan dan di jegal untuk melakukan dalam pengambilan gambar/photo padahal kami datang secara baik baik ,ini jelas jelas melanggar undang undang pers no 40. Tahun 1999,pasal 18. Ayat 1 yang menjelaskan tentang ancaman pidana atau kurungan penjara 2 tahun dan denda maksimum Rp 500 juta jika menghalangi kerja media, "ungkapnya.

Saat ini semua awak media yang ada di kabupaten Ciamis merasa geram atas dugaan kontraktor yang menjegal awak media,atas namakan porum jurnalis galuh (FJG) menggiring kasus ini ke Mapolres kabupaten Ciamis.


Jurnalis.(HB)
Editor : Ek

Tidak ada komentar