Breaking News

Pidsus Sumedang Akan Telusuri Indikasi Kerugian Keuangan Negara

Kab. Sumedang , - Qjabar.com

Diberitakan Pada edisi Qjabar sebelumnya, Selasa (17/12/2019) dengan judul "Belanja Infrastrukrur Jalan PUPR Sumedang, Gagal Mutu" mendapat reaksi beragam dari berbagai kalangan. Mayoritas dari mereka membenarkan, hampir rata-rata pembangunan kegiatan jalan di Lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Sumedang memang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan pihak perencanaan. Terbukti, belum beberpa hari, proyek-proyek tersebut rampung, banyak ditemukan jalan-jalan yang retak dan patah.

Dalam Berita Sebelumnya, ada lima paket kegiatan yang diduga dikerjakan asal jadi. Yaitu, peningkatan jalan Cikaramas-jingkang dengan pagu Rp1.627.487.000, Peningkatan jalan Sindang Taman-Gembong Rp. 1.464.907.000, peningkatan jalan Hariang-Karang bungur Rp. 1.473.000.000, peningkatan jalan Cisumur-Cinanggerang Rp. 3.875.278.000, peningkatan (Struktur dan kapasitas) jalan dan jembatan Citengah - Cisoka Rp. 4.355.435.000.

Menurut informasi yang masuk dari berbagai sumber, ada beberapa faktor hingga mengakibatkan proyek insfrastrukrur di Dinas PUPR Kabupaten gagal mutu. Yaitu, terlalu beraninya para pengusaha menawar pekerjaan lelang dengan jumping tinggi, dan lemahnya aspek pengawasan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sumedang, Lucky Maulana, SH., MH, saat ditemui di kantornya, mengatakan, pihaknya sudah memprediksi sejak awal tahun 2019, disebabkan sejak proses tender oleh Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ), dan secara institusi sudah menjadi kewajiban akan menelusuri lebih lanjut, Kamis (19/12/19).

"memang sejak awal kami sudah memprediksi fenomena yang akan timbul ketika masih lelang di LPBJ. Informasi dri berbagai pihak, jumping nya ada yg mencapai 27%, sehingga mengakibatkan pelaksanaan realisasi anggaran proyek berpotensi mengurangi spek yang telah ditentukan," terangnya. 

Dengan ini, menurut Lucky, pihaknya akan mempelajari dan mengkajinya. Jika ditemukan ada pekerjaan yang mengarah pada kerugian keuangan negara, pihak kejaksaan akan melakukan penyelidikan awal. Hal ini guna memastikan ada atau tidaknya tindakan pidana korupsi.

"apa bila ditemukan adanya indikasi kerugian keuangan negara, maka akan kami tingkatkan menjadi penyidikan guna mencari siapa yang bertanggungjawab" kata Lucky.

Terkait dengan beberapa visual yang diserahkan masyarakat dan beberapa media, Lucky menambahkan bahwa pihak kejaksaan akan menggunakan tim ahli untuk meneliti dan mengkaji secara tekhnis. Maksudnya, untuk memperjelas indikasi kerugian Keuangan negara.

"Kami secara Aspek dan Tekhnis biasanya selalu bekerjasama sama dengan tim ahli, diantaranya dari Polban, ITB dan Unpar. Karena mereka yang mempunyai kompetensi untuk melakukan pemeriksaan, dari visual yang sudah dihimpun. Secara kasat mata kita bisa menilai, bahwa speknya itu kurang atau speknya lebih. Namun, agar terukur akurasinya, kami membutuhkan tenaga ahli. Ini, untuk membantu dan berkerjasama dalam  perhitungan" pungkas Lucky.


Jurnalis.(Teguh)
Editor: Ek

Tidak ada komentar