Breaking News

Ketum Jawara : Meragukan Kemampuan M. Zien Sebagai Sekda Kab.Tasikmalaya

Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Ketum Jawara Ramdan, pertama saya ucapkan selamat atas dilantiknya PAK M. ZEIN sebagai sekda kabupaten Tasikmalaya, semoga jabatan barunya ini dia jadikan untuk menebus dosa² masa lalu bukan malah dijadikan untuk menambah dosa, kenapa saya bilang begitu, karena yang saya alami sejak saya kenal dia waktu masih jadi kepala dinas pertanian banyak melakukan kebohongan² terhadap saya dan tim yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat, "ucapnya.

Lanjut Ramdan, dia sering datang menemui kami meminta sharing konsep dari mulai membuat konsep OVOP sampai BLUD pertanian tidak ada yang dia follow up, itu pengalaman pahit yang kami dan tim  alami, ini tidak bermaksud mendiskreditkan dia tapi mudah²an kritikan kami, ini dijadikan ibroh buat dia dan menjadi energi positif untuk mendapatkan kebahagiaan, "katanya.

Selain itu, karena orang bahagia adalah orang yang bisa memetik efek positifnya dari kritikan  orang lain. Bayangkan berapa lama kami dan tim mengerjakan konsep pesanan dia, yang pasti menguras tenaga dan pikiran, tanpa bayaran kami lakukan dengan ikhlas karena demi kesejahteraan para petani.

"Mengenai kekurangan dia dari mulai jadi kadis pertanian sampai dengan Kepala BKPSDM banyak sekali masalah yang dia lakukan, contoh dalam rotasi mutasi ada camat dengan pangkat yang masih minimal 3D. Sementara sekmat nya 4A, lantas pengangkatan kabid dengan pangkat 3C sementara masih banyak yang gol 4A menjadi staf nya ini kan kesalahan fatal yang dia lakukan, "ujar Ramdan.

Masih kata Ramdan, "makanya kami belum tahu mana prestasinya ketika dia menjadi komandan di dua dinas itu, mungkin ada tapi kami tidak tahu, apalagi dengan jabatan barunya yang membutuhkan kemampuan mumpuni, itu kami pesimis, dia tidak akan mampu melaksanakan tugas secara optimal sebagai Sekda yang memiliki fungsi mengoordinasikan tugas perangkat daerah, melakukan pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah, administrasi pemerintahan dan pembinaan pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga daerah yang menangani berbagai fungsi dengan baik. 

Hal ini dilakukan untuk membangun tata kelola yang efektif dan efisien. "Saya pesimis dia mampu melaksanakannya, bukan tanpa alasan saya pesimis karena saya punya rekam jejaknya. Lantas hasil OPEN BIDING PEJABAT TINGGI PRATAMA,  apakah bener menurut penilaian PANSEL dia yang paling layak menduduki jabatan tersebut, kita kan tidak tahu karena hasilnya tertutup, "ungkap Ramdan.

Ramdan pun menyikapi, ini merupakan kelemahan dia juga sebagai penyelenggara OPEN BIDDING, juga dalam mengoordinasikan tugas perangkat daerah apa komandonya akan dipatuhi oleh mereka, ini ijtihad saya loh belum tentu benar. Kelebihannya di mata saya, dia pandai memainkan peran pada kepala daerah, itu saja kelebihannya,  tidak lebih dari itu dimata saya. "Pungkas Dia 


Jurnalis.(Ek) 

Tidak ada komentar