Breaking News

ARM Laporkan Lina Marlina atas Dugaan keterlibatan dalam Kasus Hibah Bansos, Dugaan Penyelewengan dana PKK dan Dekranasda Kabupaten Tasikmalaya

Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Dugaan keterlibatan istri mantan Bupati Tasikmalaya Lina Marlina atas beberapa kasus dugaan Korupsi dan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali muncul menjelang Pilkada Bupati Kabupaten Tasikmalaya.

Hal ini terkuak ketika ketua umum Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid kembali berkunjung ke salah satu Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada hari Selasa tanggal 03 Desember 2019.

Pada kunjungan kedua kalinya tersebut, ketua Umum ARM Furqon Mujahid yang terkenal giat dan vokal dalam pemberantasan korupsi di Indonesia tersebut didampingi oleh beberapa ketua LSM dan Ormas menyampaikan bahwa ARM beserta beberapa LSM juga Ormas lainnya menyatakan siap bersama-sama para Pengasuh Ponpes  untuk melaporkan sdri.LM kepada aparat penegak hukum atas dugaan keterlibatannya dalam beberapa kasus yang merugikan keuangan negara yang tidak sedikit. Sebab saat ini ARM juga telah menerima beberapa berkas awal dugaan keterlibatan sdri.LM atas beberapa kasus diantaranya dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dana  operasional PKK, dugaan penyalahgunaan dan penyelewengan dana Dekranasda juga beberapa berkas yang dapat dijadikan alat bukti awal tentang dugaan keterlibatan sdri.LM dalam kasus Hibah Bansos Kabupaten Tasikmalaya yang ditujukan untuk pondok pesantren, tegas Furqon Mujahid ketika ditanya oleh awak media dilokasi pertemuan dengan beberapa Pengasuh dan Pengurus Pondok Pesantren di Kabupaten Tasikmalaya.

Salah seorang Pengurus Ponpes serta seorang ustadz disalah satu pondok pesantren yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren dimana dia mengajar telah menjadi korban, Pada beberapa waktu yang lalu pondok pesantren dimana mereka mengajar menerima bantuan dengan nilai yang lumayan besar. Namun kenyataannya bantuan yang sampai ke pesantren tersebut tidak sesuai dengan apa yang terdata bahkan sangat jauh dan tidak sampai 10% dari anggaran bantuan yang semestinya. Ketika ada salah seorang pengurus Pesantren menanyakan ikhwal bantuan tersebut, malah pengurus pesantren tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwajib oleh mereka dan harus mengikuti proses hukum dan dimasukkan ke penjara oleh mereka, keluhnya.

Dalam sambutannya, ketum ARM kembali menegaskan bahwa ARM bersama dengan beberapa LSM sangat siap membawa semua berkas yang diterima tersebut untuk dilaporkan dan diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum agar bisa di proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia. Namun Mujahid juga meminta kepada semua yang hadir untuk bersama-sama melaporkannya serta bersama-sama juga mengawal pelaporan tersebut tegas mujahid dalam sambutannya.

Rencananya dalam waktu dekat ini, ARM dan beberapa LSM juga para Pengasuh serta pengurus Ponpes yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut akan melakukan aksi unjuk rasa bersama sekaligus akan menyerahkan surat pelaporan resmi terkait dugaan keterlibatan sdri.LM atas beberapa kasus dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan serta penyelewengan anggaran yang diduga dilakukan oleh istri mantan Bupati Tasikmalaya pada saat suaminya menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya. tutur mujahid menutup pembicaraannya kepada para wartawan dan awak media.


Jurnalis.(A Firmansyah)

Tidak ada komentar