Breaking News

Terkait Reservoir / Watertank, Diduga PDAM Lakukan Pembohongan Publik

Ciawi I Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Reservoir / Watertank yang terletak di belakang kantor polsek Ciawi , jadi polemik bagi masyarakat setempat, pasalnya tidak sesuai dengan apa yang di rencanakan saat sosialisasi oleh pihak PDAM Tasikmalaya . Rabu 27 Nopember 2019.

Semenjak sosialisasi ukuran Reservoir/ Watertank  berukuran tinggi 3 meter dengan menampung air mecapai 200 m3 , namun dalam pelaksanaan sangat jauh apa yang di rencanakan sehingga bikin warga setempat keberatan.

Warga pun kaget, setelah selesai pembangunan Reservoir / Watertank , ternyata jauh , awalnya tiga meter, menjadi tujuh meter, sehingga menampung air 200 m3 sekarang mencapai 500 m3 , seolah pihak PDAM diduga melakukan pembohongan publik.

Saat di temui salasatu warga yang berdekatan dengan lokasi tersebut, saat sosialisasi memang pihak PDAM selaku penerima manpaat sempat sosialisasi , kemasyarakat beberapa waktu lalu, bahkan pihak warga pun tidak keberatan.

"Ternyata jauh sekali apa yang di sampaikan A, eh malah jadi B , kan lucu, jadi seolah olah warga di anggap bodoh, makanya kami selaku warga menolak keras bila pembangunan ini berlanjut," ujar salaatu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu , warga diduga akan lakukan tindakan kepada pihak PDAM , supaya pemangunan Reservoir / Watertank harus dj perhitungkan dulu dengan matang karna dampaknya juga kepada warga setempat, ketika tempat penampungannya jebol atau pecah, "ungkap warga dengan tegas.

Pihak Qjabar.com akan menindak lanjuti kepada pihak PDAM , untuk meminta keterangan lebih lanjut. Namun saat di temui di kantor PDAM Cabang Ciawi Hengki Setiabudi tudak masuk masuk kantor, bahkan yang ada kasubagny  Cepi , tetapi tidak bisa menjelaskan.

Saat di kompirmasi Dirut PDAM Kab.Tasikmalaya, H Wawan di hubungi via telpon cellulernya dengan no 08231029xxxx menerangkan, "pihak PDAM selaku penerima manfaat saja, karna itu program dari Kementrian PUPR, jadi sebetulnya yang punya wewenang dalam keterangan pihak PUPR, "ujar Dirut PDAM.

Masih kata Dirut, "Watertank itu hanya untuk penampungan air, dengan kapasitas untuk 2 ribu rumah, di wilayah ciawi dan sukaresik, kita ambil positipnya saja, karna kedepan air semakin sulit, kebetulan ada program dari kementrian kenapa tidak di ambil, dan itu memang sangat di butuhkan oleh masyarakat, "katanya.

"Ia pun menjawab terkait adanya pro dan kontra hal yang wajar, karna kalau pihak PDAM saat sosialisasi itu bagian konsultan dan dia lebih paham tentang program itu, dan pihak kami pun percaya apa yang di sampaikan dan di terapkannya watertank itu sudah di perhitungkan dengan matang oleh pihak kementrian karna pihak dia pun selaku teknis pelaksanaan nya .

Lanjut Dirut PDAM, kami berharap program ini bisa berjalan lancar , karna semuanya juga untuk kepentingan masyatakat, "Singkat Dia saat di hubungi via telpon Cellularnya oleh pihak Qjabar.com.


Jurnalis.(Ek)

Tidak ada komentar