Breaking News

2 Titik Rawan Gangguan Binatang dan Pohon,PLN ULP Karangnunggal Antisipasi Gangguan

Karangnungal I Kab Tasikmalaya - Qjabar.com

PLN ULP Karangnunggal sebut ada 3 Jalur (penyulang) rawan gangguan kehandalan kelistrikan yang diakibatkan oleh gangguan binatang dan juga alam( pohon) antara lain wilayah Pamijahan,Cikatomas dan juga Cipatujah

Memasuki musim penghujan tentunya gangguan yang diakibatkan oleh pohon dan juga binatang pastinya akan lebih rawan,apalagi hujan deras yang disertai angin kencang yang pastinya banyak dahan atau pohon yang patah atau tumbang.

Untuk pencegahan hal itu terjadi,Agus Hermawan selaku manager PLN ULP Karangnunggal mengantisipasi dengan cara rutin melaksanakan pemangkasan dahan pohon di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan jaringan saluran udara tegangan menengah ( SUTM).Senin 19 November 2019

Adapun antisipasi gangguan,kita mulai mengamankan zona 1,yang mana zona 1 ini kemarin terkena dampak gangguan gangguan di penjulang yang diakibatkan oleh gangguan binatang muka dan yang lainnya.Untuk pencegahan kami mencoba memasang rokseng dan memakai pelicin "stempet" yang dipasang di tiang listrik agar binatang muka tidak bisa naik ke jaringan. "Ungkapnya

Untuk wilayah yang masuk ke zona 1 antara lain wilayah Gardu Induk( GI) ke pemutus pertama atau rekloser. "Lanjutnya

Disamping itu,kami  juga sedang melakukan pembenahan di wilayah zona 2 seperti halnya pemangkasan pohon yang terjadwal dan juga pemasangan rokseng di tiang yang dianggap rawan akan gangguan binatang.

Masih kata Agus Hermawan, "untuk wilayah yang rawan tanah longsor antara lain wilayah Culamega. Untuk masyarakat,kami menghimbau agar selalu waspada saat memasuki musim penghujan tiba dan agar selalu merelakan pohonnya untuk dipangkas petugas PLN apabila pohon tersebut berdekatan dengan jaringan.

Apabila terjadi gangguan,masyarakat bisa menghubungi call center PLN di nomor 123 atau melalui SMS Mobile. Serta mohon kesadarannya pada Masyarakat untuk membayar rekening Listrik tepat waktu maksimal tanggal 20 setiap bulannya dan menghindari pemutusan sementara, "Jelasnya

Jurnalis.(D2)

Tidak ada komentar