Breaking News

"JQR Kab.Tasik gerak cepat tangani Kasus anak terlantar"

Cigalontang ] Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Salwa Soparlina Azzahra (17) gadis belia kelahiran Tasikmalaya yang kini hidupnya terlantar, di usianya yang menuju dewasa dikala teman sebayanya sedang menempuh pendidikan tingkat menengah, kini salwa harus keluar masuk lembaga kesejahteraan anak (LKSA) / panti asuhan, hal ini dikarenakan sejak kecil orangtuanya berpisah dan entah kemana keduanya menghilang.

Salwa kecil pernah dirawat sama nenek dan pamannya dan ketika beranjak dewasa pemikirannya sudah mulai memiliki insting untuk menemukan orangtuanya karena tentunya ia ingin mendapatkan kasihsayang seperti anak lainnya, sempat tinggal di sebuah panti kawasan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya dan mengenyam pendidikan tingkat menengah namun salwa pergi dengan tanpa arah tujuan sebelum sekolahnya selesai, sempat tinggal di kota tegal dan akhirnya kembali ke Tasikmalaya, kemudian pernah tinggal di rumah salahseorang anggota kepolisian kecamatan singaparna namun tetap salwa tidak betah lama.

Pada tanggal 3 Nopember 2019 salwa ditemukan di kota Tasikmalaya, mendengar kabar tersebut dinsos kabupaten Tasikmalaya langsung menjemputnya yang bertepatan pada saat itu kordinator relawan JQR Kab. Tasikmalaya berada di dinas sosial Tasikmalaya.

Kemudian mang Adun sapaan Akrab Relawan JQR Kabupaten Tasikmalaya membuat assesmen tahap pertama dengan dinsos kab.Tasikmalaya mengamankan salwa di LKSA Jamiatul Abror Al-gaza Cigalontang Tasikmalaya untuk dicoba di bina seperti yang lainnya.

Dari pendekatan yang dilakukan, salwa cukup depresi dengan keadaannya saat ini terlebih dalam benaknya ingin mencari sosok orangtua yang pernah melahirknnya, kini salwa membutuhkan pendampingan fsikiater untuk memulihkan mentalnya serta kebutuhan sandang & pangannya.

Gerak cepat yang dilakukan oleh tim dinsos kabupaten Tasikmalaya dengan menelusuri keberadaan keluarganya dan ternyata memang sudah tidak diketahui kecuali pamannya di kecamatan jamanis Tasikmalaya, “mudah2mudahan salwa betah di LKSA Jamiatul Abror Al Gaza dan Bisa Ikut Sekolah lagi” menurut mang Adun (Relawan JQR Kab. Tasikmalaya).

Ironis ketika anak sesusia salwa harus terombang ambing nasibnya dijalanan. Kini uluran pemerintah dan kesadaran orang tuanya dimanapun berada yang diharapkan kembali untuk memulihkan lagi fsikis nya.!

Ditemui saat berada di LKSA, Mang Adun Selaku Kordinator Relawan JQR Kab. Tasikmalaya mengaku prihatin dengan berbagai gejala sosial di masyarakat. Oleh karenanya, dirinya bersama rekan rekannya relawan JQR Wilayah Kab. Tasikmalaya Siapa merespon apabila ada masalah kemanusiaan baik sosial, kesehatan, infrastruktur yang bersipatnya darurat untuk di teruskan ke JQR Pusat yeng merupakan program kemanusiaan unggulan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Mengenai kasus ini mang adun menjelaskan tim nya sudah berkordinasi dengan tim JQR Pusat namun dalam masalah pelaporan mengalami sedikit kendala karena kasus seperti ini data kependudukan anak tidak komplit dan untuk kordinasi di daerah kita tetap kordinasi dengan dinas sosial kabupaten Tasikmalaya.

(Jqr.Kab. tasik/Adun)

Tidak ada komentar