Breaking News

Empat Calon Kades Pagersari Akan Gugat Panitia Pilkades dan Calon Terpilih Yang Diduga Gunakan Politik Uang

Pagerageung [Kab.Tasikmalaya - Qjabar.com

Pilkades telah usai pada tanggal 24 Oktober 2019, di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, tetapi ada dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan Pilkades tersebut, sala satunya di Desa Pagersari kecamatan Pagerageung, yang mana ada satu calon diduga langgar aturan dengan lakukan Monay Politik Uang. Rabu 30 Oktober 2019.

Selain itu dari empat calon yang kalah, akan ajukan gugatan hukum, yang mana baik dari calon nomor 1, 2, 3, 5 ke empat calon tersebut sepakat mau gugat panitia pelaksana dan calon terpilih.

Menurut calon nomor 1, Hilal Fawaz Rhamadan menjelaskan, "bahwa pelaksanaan pilkades serentak kemarin yang di desa Pagersari ada dugaan main uang, "katanya.

Selain itu menurut Aep Saepudin, "Bahkan dari nilai Rp.50.000 sampai Rp.100.000 dan itu sudah beberapa bukti yang di dapat. "Katanya.

Maka kami sudah sepakat akan ajukan gugatan terhadap panitia juga terhadap calon terpilih, yang mana kita sudah sepakat tidak akan menggunakan uang dalam pelaksanaannya, "katanya.

Ditambahkan Hilal Fawaz R, "dengan beberapa poin yang jadi bahan buat gugatan di antaranya.

1. praktek money politik

2. ketidak tegasan panitia :

- Setelah penanda tangan fakta integritas, pihak H. Nendi sengaja nyawer uang.

- Jam 02.30 (dini hari) sebelum pencoblosan, H. Nendi datang ke TPS dan menduduki kursi terlebih dahulu, namun
panitia belum ada juga pihak polisi belum ada ? "menurut Enda Johara.

Selain itu masih banyak pelanggaran yang akan kami tuangkan dalam gugatan tersebut, "ucapnya.

Masih kata Hilal Fawaz, "bahkan setelah pelaksanaan pilkades, sempat ricuh bahkan terjadi ada pemblokiran jalan yang menuju pesantren, selain itu sempat terjadi pemindahan Pos Ronda.

Ia pun berharap bahwa pilkades di pagersari di batalkan, atau pemilihan ulang dan atau juga Plt semasa jabatan , "singkat Hilal Fawaz kepada Qjabar melalui Whats App.

Jurnalis.(Ek)

Tidak ada komentar