Breaking News

Demi Mengeruk Uang Negara Seorang Oknum Pegawai Perhutani Lakukan Kebohongan Publik Terkait Ijazah Palsu

Kab. Majalengka - Qjabar.com

Didalam pekerjaan apapun bentuknya  yang berkaitan dengan pemerintahan itu pasti tidak terlepas dengan peraturan yang berlaku, apalagi di negara kita, adalah negara hukum..!!
   
Tetapi masih ada saja seorang oknum pegawai perhutani dikabupaten majalengka yang kini diduga perbuatannya sudah melawan hukum yaitu mungkin sengaja kerjasama dengan bawahannya terkait pemalsuan Data dan kebohongan publik serta penyalahgunaan wewenang demi untuk mengeruk uang negara..!!'
         
Seperti yang dilakukan oleh Didi kusnadi pegawai perhutani Talaga kabupaten Majalengka dengan jabatan Asper(Asisten perhutani)dan tohari alias pardi selaku bawahannya..
   
Saat dikomfirmasi oleh tim journalist Q jabar senin lalu 21/10/19 mengenai ada bawahan'nya yang dengan sengaja memakai legalitas nama orang lain yang sudah meninggal dunia dan sampai sekarang hampir puluhan tahun orang tersebut sudah menjadi pegawai  tetap perhutani.

 
Kata Didi, "kami selaku atasan dan soal pegawai saya, yang memakai legalitas orang lain tidak jadi masalah, menurut saya selama tidak merugikan orang lain itu aman aman saja. dengan santai dan polosnya jawaban Didi.

Lanjut Didi, "sebetulnya ini bukan urusan pribadi saya,..!! hanya sebagai atasan yang harus melindungi, juga tohari alias pardi itu adalah putra buah saya. "katanya.
   
Masih kata Didi..bahkan terjadi permasalahan yang seperti ini bukan hanya di instansi saya saja..'seperti terjadi di institusi kepolisian, dilakukan oleh salah seorang polisi yang nikah siri..!! ,'tandasnya

Entah apa yang ada dibenak pikiran Didi..!? saat dikomfirmasi oleh tim  journalist Q jabar,seakan mengalihkan pembicaraan mungkin karena takut terbongkar persekongkolan dengan bawahannya terkait pemalsuan data dan kebohongan publik serta penyalahgunaan wewenang.
       
Tidak lama Didi pamit keluar sebentar, lalu kembali sudah membawa amplop lalu diberikan kepada kami. Ini mah hanya untuk sekedar ganti bensin...!! karena saya masih ada acara lain untuk segera berangkat lagi."bilang Didi.
       
Sementara dari pihak journalist Q jabar menolak pemberian amplop karena itu sebagai dasar bentuk penyuapan terhadap journalist, ada apa dengan Didi Kusnadi...??
           
Dan dari pihak kami akan menindaklanjuti ke system atau dinas terkait baik BKD juga selaku kepala daerah yaitu Bupati .ajalengka.

Karena sudah jelas oknum tersebut melakukan dan langgar aturan beberapa pasal perundang undangan,salahsatunya pasal 263 KUHP pemalsuan Dokumen juga Peraturan Pemerintahan RI no 53 thn 2010 serta undang undang no 1 thn 1946, mengacu pada pasal 14 dan 15 tentan untuk kebohongan publik.

Jurnalis.(Tim investigasi)

Tidak ada komentar